#harimausumatera#beritanasional#konflikharimau

Petani Tewas Diterkam Harimau di Dempo Selatan

( kata)
Petani Tewas Diterkam Harimau di Dempo Selatan
Harimau Sumatera. Foto: Dok/Greeners

Pagaralam (Lampost.co): Teror harimau terus menghantui warga di Kota Pagaralam dan Kabupaten Lahat. Kemarin, Kamis, 5 Desember 2019, seorang petani, Yudiansyah Haryanto, ditemukan tewas usai diterkam harimau Sumatera di Desa Tebet Benawa, Dempo Selatan, Pagaralam.

"Kami sudah mengeluarkan imbauan kepada warga, utamanya petani agar tidak masuk kawasan hutan. Tidak berkebun dulu di daerah yang dekat dengan kawasan hutan. Ini demi keselamatan mereka. Apalagi saat ini sedang rawan serangan harimau," kata Kapolres Pagaralam, AKBP Dolly Gumara, seperti yang dilansir Antara, Jumat, 6 Desember 2019.

Ia mengatakan, imbauan itu sudah disampaikan kepada aparat desa hingga kecamatan untuk meminta warganya tidak mendekati kawasan hutan. Juga meminta agar aktivitas di perkebunan dihentikan sampai kondisi aman.

"Lokasi kejadian berada di kawasan hutan lindung, itu wilayah harimau, jadi semuanya harap mentaati agar tidak terjadi lagi serangan hewan buas," ujar dia.

Dolly menerangkan, kejadian warga yang tewas karena serangan harimau ini sudah dua kali terjadi di wilayah tersebut. 

Kepala BKSDA Sumsel, Genman Hasibuan mengatakan pihaknya telah meminta warga tetap mengutamakan nilai-nilai kearifan lokal di daerah. Salah satunya tidak pergi seorang diri saat berkebun.

"Yang jelas kalau kearifan masyarakat lokal itu berdoa, jangan sesumbar dan kearifan lokal tetap dijalankan. Kalau masuk ke wilayah perkebunan yang tidak jauh dari hutan, jangan sendiri-sendiri. Dan jangan masuk ke kawasan hutan yang jadi wilayah jangkau harimau," kata dia.

Baca juga:

Harimau Serang Pengunjung Taman Wisata Gunung Dempo

Menurut Genman, jika pergi berkelompok harimau cenderung tak akan menyerang. Sebab dia sulit mendeteksi korban untuk diserang karena sasaran lebih dari satu. Namun hal terpenting yang perlu untuk diperhatikan yakni tidak masuk habitat harimau sumatera. Sebab hal ini bakal membuat harimau menyerang manusia yang ada di wilayahnya.

"Yang lebih penting, kita jangan ganggu atau datang ke wilayah harimau," katanya. 

Sementara itu, Walikota Pagaralam, Alfian Maskoni mengatakan pihaknya sudah membentuk tim khusus terdiri gabungan antara BKSDA, polisi dan warga setempat untuk pengamanan dan kenyamanan warga serta wistawatan yang akan berkunjung ke Pagaralam.

Gunung Dempo dan sekitarnya merupakan kawasan andalan untuk sektor pariwisata, karenanya perlu penanganan cepat dalam selesaikan masalah tersebut.

"Selain dengan membentuk tim khusus, kami tetap mengimbau agar wisatawan tetap berhati-hati. Kepada warga, kami harapkan untuk tidak masuk kedalam kawasan hutan lindung. Karena wilayah itu adalah habitat harimau," ujar dia.

Ia juga mengimbau kepada petani untuk sementara tidak bermalam dikebun demi menghindari serangan harimau sampai ada keterangan resmi dari pihak terkait.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar