petani

Petani Suoh Berharap Hujan Datang untuk Memenuhi Kebutuhan Tanamannya

( kata)
Petani Suoh Berharap Hujan Datang untuk Memenuhi Kebutuhan Tanamannya
(Dok. Media Indonesia)


LIWA (Lampost.co) -- Kebutuhan air bagi petani sawah tadah hujan di sejumlah wilayah di Lampung Barat, khususnya Suoh dan Bandarnegeri Suoh hingga saat ini belum juga terpenuhi. Hal ini walaupun intensitas hujan telah meningkat sejak awal Desember lalu. 

Sekcam Bandarnegeri Suoh Mandala, Senin (11/1/2021) mengatakan, hingga saat ini di wilayah Bandarnegeri Suoh dan Suoh hujan sudah sering tapi intensitasnya hanya sedikit-sedikit saja. "Kalau hujan sudah sering tapi intensitasnya enggak deras. Terakhir dua hari lalu di Bandarnegeri Suoh hujan turun tapi hanya gerimis saja," kata Mandala. 

Menurutnya, sebagian petani di Kecamatan Suoh dan Bandarnegeri Suoh yang memiliki sawah tadah hujan tentunya sudah lama menunggu datangnya hujan dengan intensitas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan air sawahnya apalagi saat ini usia tanamannya sudah hampir sebulan. Akan tetapi sampai saat ini meskipun hujan sudah sering datang tetapi intensitasnya masih kecil sehingga belum bisa diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air untuk membasahi tanaman padinya.

Karena itu, petani pemilik tanaman padi di hamparan sawah tadah hujan di beberapa pekon di wilayah itu hingga saat ini masih tetap menyedot air sungai untuk memenuhi kebutuhan airnya. 

Yudi, salah seorang petani di Pekon Suoh, Kecamatan Bandarnegeri Suoh, Lambar, mengaku hingga saat ini pihaknya masih rutin menyedot sungai menggunakan mesin karena air hujan belum mencukupi kebutuhan tanamnya.

"Meskipun musim hujan sudah terjadi sejak awal Desember lalu namun itu belumlah mampu untuk membasahi areal persawahan petani tadah hujan disini," kata Yudi yang diamini Sasman, petani lainnya. 

Karena intensitas hujan masih sedikit maka ia bersama petani lainnya terpaksa masih harus menyedot sungai Way Semangka untuk mencukupi kebutuhan air bagi kebutuhan tanamanya. 

Ia mengaku, hamparan lahan sawah miliknya bersama beberapa petani lainnya memang berada di sekitar atau sepanjang aliran Way Semangka. Namun lahan sawah petani disini letaknya lebih tinggi dari aliran sungainya sehingga sulit untuk mengatasinya selain dengan cara disedot. Harapan untuk dibangunya irigasi pun sepertinya sulit dilakukan. 

Karenanya untuk kebutuhan air hingga saat ini masih mengandalkan air hujan. Jika hujan tidak ada maka petani terpaksa menyedot sungai untuk membasahi lahan sawahnya menggunakan mesin dompeng yang dialirkan menggunakan pipa besar. 

"Melihat kondisi lahan, pembangunan irigasi sepertinya sulit dibangun dikarenakan kondisi sungai terlalu rendah. Tapi sebagai petani kami tetap berharap suatu saat ada teknologi lain yang mampu memberi solusi untuk pembangunan irigasinya," kata dia. 

 

Ricky Marly







Berita Terkait



Komentar