#hargasingkong#petanisingkong

Petani Singkong Sambut Penetapan Harga Rp900 per Kg

( kata)
Petani Singkong Sambut Penetapan Harga Rp900 per Kg
Petani singkong di Lampung Tengah. Lampost.co/Wahyu


Gunung Sugih (Lampost.co) -- Petani singkong di Lampung Tengah merasa senang atas penetapan harga terendah sebesar Rp900 per kilogram. Kendati demikian, kebijakan tersebut juga dirasa masih belum dapat menyejahterahkan petani. 

"Ada kenaikan sedikit agak senang, tapi untuk petani itu belum stabil. Potongan masih cukup besar. Kami berharap pemerintah membantu," kata Sugito, warga Djogja, Terbanggi Ilir, Kecamatan Bandar Mataram, Lampung Tengah.

Untuk itu, petani masih berharap agar tidak adanya potongan yang tinggi dan bisa mendapatkan pupuk dengan mudah. Dengan demikian, diharapkan usaha tani menjadi lebih baik.

Dia mengaku dari dua bidang lahan seluas setengah hektar, dia menanam singkong makan. Sebab, jenis tersebut memiliki hasil yang lebih banyak, walaupun masa panen lebih panjang dan biaya produksi lebih besar. 

Menurutnya, singkong jenis itu di beberapa perusahaan dihargai Rp900 per Kg dengan potongan sebesar 33 persen. "Pupuknya perlu banyak, masa panennya juga lebih lama. Kalau potongan bisa lebih kecil, akan sangat membantu kami," kata dia. 

Sementara itu, Made Subakta, warga Dharma Agung, Kecamatan Seputih Mataram, menanam singkong jenis kasesa dengan potongan sekitar 24 persen. Dengan harga Rp900 per Kg, perusahaan memberikan Rp35 rupiah per kilogram sebagai ganti ongkos distribusi. 

"Berarti totalnya Rp935. Tapi, yang Rp35 itu tidak masuk nota. Itu ongkos 'njejek' (membawa singkong dari kebun ke pabrik), " kata Made. 

Dia menilai, anjloknya harga singkong kerap terjadi dan sangat menyusahkan petani. Padahal jika petani susah, maka pengusaha dan pedagang ikut susah. "Naiknya Rp50, tapi sekali turun Rp150. Itu benar-benar bikin susah, belum lagi pupuk dan jalan di ladang yang hancur, " pungkasnya. 

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar