petanisingkong

Petani Singkong Penumangan Geruduk PT BSSW

( kata)
Petani Singkong Penumangan Geruduk PT BSSW
Suasana unjuk rasa di PT BSSW penumpang terkait harga singkong, Senin (9/12). Lampost.co/Ahmad Sobirin


PANARAGAN (Lampost.co) -- Ratusan masyarakat yang mengatasnamakan Himpunan petani singkong tiyuh/Desa Penumanagan (HPSTP) Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) menggelar aksi unjuk rasa, Senin, 9 Desember 2019. Mereka menuntut PT Bumi Waras di PT Acid Budi Jaya /PT Bumi Starch dan Switeher TBK/ Bumi Waras untuk menstabilkan harga beli singkong petani.

"Kami masyarakat petani singkong Penumangan menuntut pihak perusahaan agar menstabilkan harga dan potongan dalam pembelian singkong. Kami Meminta naikan harganya," ujar Sukman, salah satu pengunjuk rasa, Senin.

Sementara koordinator lapangan (Korlap) aksi, Sukman, menyampaikan alasan mereka melakukan aksinya didasari oleh rendahnya harga pembelian dan potongan harga dari pihak Perusahaan.

"Kami khusunya petani singkong di wilayah Penumanagan meminta perusahaan menstabilkan harga dan potongan dalam pembelian singkong. Perbandingan harga dari perusahaan sangatlah jauh berbeda berbeda dengan bukti harga singkong usia empat sampai dengan lima tahun sama harga dan potongan usia singkong yang usianya 10 sampai dengan 11 Tahun," ujarnya.

Mediasi dipimpin oleh kasat polres Tubaba AKP Agus Priyono diikuti antara perusahaan dan perwakilan masyarakat berjumlah 10 orang dilaksanakan di ruang pertemuan kantor perusahaan setempat.

"Kami dari Kepolisian Polres Tubaba dalam mediasi ini untuk mendengarkan dan menengahi dalam kegiatan ini agar sama-sama dapat bejalan damai dan tenang untuk membentuk kesepakatan bersama," ujar AKP Agus.

Sementara itu Dodi, perwakilan dari perusahaan menyampaikan tanggapan terkait tuntutan tersebut, bahwa keputusan potongan adalah kebijakan pimpinan perusahaan setempat.

"Kami dari perusahan hanya menjalankan perintah dari pimpinan PT di pusat apa yang menjadi harga dan potongan serta target pembelian singkong dari petani singkong," ujar Dodi.

Dodi memaparkan, harga standar dari perusahaan adalah sebagai berikut, harga singkong yang dibeli dengan harga Rp 1000/Kg dengan rincian Jika Kadar Aci : 20 potongan 16%,Kadar Aci : 18-19 potongan 20% serta Kadar Aci : 16-17 potongan 25%.

"Kami juga mengakui jika kami dari perusahaan sangat minim pengawasan dalam pembelian singkong sehingga sering dijumpai adanya pihak penjual singkong yang mencampur singkong dengan tanah agar timbangannya menjadi berat. Itu yang menjadi keluhan kami dari perusahaan kami," kata Dodi.

 

Winarko







Berita Terkait



Komentar