#Budi-daya#Rumput-Laut#Cuaca-Ekstrem

Petani Rumput Laut di Lamsel Merugi Ratusan Juta

( kata)
Petani Rumput Laut di Lamsel Merugi Ratusan Juta
Sejumlah pembudidaya di Desa Tridarmayoga, Kecamatan Ketapabg, Lampung Selatan, mengumpulkan sisa sisa rumput laut yang dihantam gelombang besar dan angin kencang, Sabtu 16 November 2019. (Foto: Lampost.co/Aan Kridolaksono)


Kalianda (Lampost.co) -- Ombak besar disertai angin kencang merusak ratusan hektar budidaya rumput laut di pesisir timur Kabupaten Lampung Selatan. Petani setempat pun merugi ratusan juta rupiah.

“Sepekan terakhir ombak besar serta angin kencang melanda Pantai Tridarmayoga. Tanaman rumput laut siap panen porak poranda dan tak tersisa digulung ombak," kata Salim (40) petani setempat Sabtu, 16 November 2019.

Ia mengatakan fenomena alam itu terjadi sejak Kamis, 7 November 2019, hingga Selasa, 12 November 2019. Ombak besar merusak ratusan hektare budi daya rumput laut masyarakat setempat. Akibatnya, mereka merugi hingga ratuasn juta rupiah.

Pantauan Lampost.co, puluhan ton rumput laut siap panen dan ribuan jalur tanaman rumput laut petani pesisir timur Desa Ketapang, Legundi, Tridarmayoga, Ruguk,  dan Desa Sumur, Kecamatan Kerapang porak poranda. Kerusakan paling parah terjadi di Desa Tridarmayoga dan Desa Ruguk. 

Komang (43) pembudi daya rumput laut lainnya mengaku hanya bisa mengumpulkan sisa-sisa hantaman ombak. Beberapa yang dapat ia kumpulkan diantaranya tali, pelampung, bambu pancang, dan beberapa kilo rumput laut.

"Setahun ini dua kali petani rumput laut di wilayah pesisir timur Lampung Selatan merugi akibat cuaca ektrem. Selain pada November ini, kami juga mengalami hal serupa pada April lalu," ucapnya.

Jaya (45) pembudidaya di Desa Ruguk mengatakan gelombang besar disertai angin kencang menyebabkan banyak rumput laut hanyut terbawa air laut. "Puluhan hektare rumput laut milik nelayan rusak. Kerugian cukup besar, karena sebagian besar memasuki masa panen," kata Jaya.

Ia mengakui resiko tertinggi budi daya rumput laut adalah gangguan cuaca terutama ombak besar dan angin kencang. Pembudi daya harus mewaspadai ancaman angin timuran. Kalau angin tersebut datang pasti tanaman rusak.

Jaya mengungkapkan walau rentan terhadap cuaca, budidaya rumput laut di pesisir timur Kabupaten Lampung Selatan cukup bergairah. Terlebih, setelah harga rumput laut membaik pada kisaran Rp13 ribu - Rp15 ribu per kilogram. "Ancaman terbesar petani rumput laut selain cuaca adalah harga," tandasnya.

Abdul Gafur








Berita Terkait



Komentar