#Pertanian#Kemarau#Palas

Petani Palas Usul Pemasangan Jaringan Listrik Pertanian

( kata)
Petani Palas Usul Pemasangan Jaringan Listrik Pertanian
Petani Desa Palasaji, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, saat mengusulkan pemasangan jaringan listrik areal persawahan desa setempat pada Musrenbangdes, Jum'at, 8 November 2019. (Foto: Armansyah/Lampost.co)

Kalianda (Lampost.co)-- Petani di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Palas, Lampung Selatan, mengusulkan pemasangan jaringan listrik areal persawahan desa setempat. Sebab, jaringan listrik itu untuk mengatasi kekeringan melalui pompanisasi sumur bor dengan mesin sible.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, jaringan listrik masuk areal persawahan itu merupakan solusi yang cukup efisien dalam menghadapi musim kemarau. Selain itu, petani menilai modal yang dikeluarkan lebih hemat.

Seperti yang diungkapkan, Tarmizi, salah satu petani asal Desa Palasaji mengaku petani setempat telah mengusulkan pemasangan jaringan listrik di areal persawahan. Ia menilai pemasangan itu membantu petani dalam mendapatkan pasokan air yang bersumber dari sumur bor.

"Sudah kami usulkan ke Pemerintah Desa Palasaji melalui Musrenbangdes. Kami berharap usulan itu dapat tereliasi agar dapat mengatasi masalah kekeringan. Sebab, kami nilai pompanisasi sumur bor dengan listrik lebih hemat ketimbang menggunakan bahan bakar minyak," kata dia, Jum'at, 8 November 2019.

Hal senada diungkapkan, Abdul Gafur, salah satu petani Desa Palaspasemah. Dia mengaku pemasangan jaringan listrik di areal persawahan itu salah satu mengatasi kelangkaan bahan bakar minyak dan tabung gas elpiji. Dimana, hal itu selalu menjadi momok ketika musim kemarau.

"Selama ini setiap memasuki musim kemarau atau kekeringan, BBM dan tabung gas elpiji kerap alami kelangkaan karena banyak digunakan petani untuk menyedot air. Nah, agar tidak terjadi itu petani lebih baik menggunakan aliran listrik," kata dia.

Sementara itu, Kepala Desa Palasaji, Herri Susanto mengatakan setidaknya ada seluas 450 hektare lahan persawahan di desa setempat. Ia mengaku pihaknya akan mengupayakan pemasangan jaringan listrik itu melalui PLN Rayon Kalianda.

"Kami akan berkoordinasi dengan PLN Rayon Kalianda. Mudah-mudahan usulan petani itu bisa tereliasasi. Meski demikian, kami juga mengharapkan usulan itu melalui kelompok tani," kata dia.

Sementara itu, Operator Manager UPL PLN Rayon Kalianda, Benny mengatakan pihaknya kini telah menerima usulan sebanyak 10 titik di wilayah Kecamatan Palas. Namun, yang sudah terpasang baru di tiga titik dan tujuh titik masih dalam proses.

"Di tiga titik itu sudah terpasang tiga gardu dengan kapasitas total 300 KVA dengan jaringan tegangan rendah (TR) berkisar sepanjang 6 kilometer dan tegangan menengah 3 kilometer. Nah, kalaupun masih ada silahkan saja usulkan kepada kami. Tapi, kami tidak bisa secepat mungkin pemasangan karena keterbatasan personil," kata dia.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar