NormalisasiIrigasi

Petani Minta Normalisasi Irigasi dan Embung di Pulaujaya

( kata)
Petani Minta Normalisasi Irigasi dan Embung di Pulaujaya
Pemerintah Desa Pulaujaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, saat menggelar musrenbangdes 2020 di Kantor desa setempat, Selasa (19/11/2019). Armansyah

KALIANDA (Lampost.co) -- Sejumlah petani di Desa Pulaujaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, mengusulkan normalisasi saluran irigasi di areal persawahan desa setempat. Pasalnya, saluran tersebut mengalami pendangkalan sejak beberapa tahun terakhir.

Seperti yang diungkapkan, Ketua Gapoktan Tani Maju Desa Pulaujaya, Iskandar mengatakan petani setempat meminta normalisasi dua saluran irigasi, yakni normalisasi Jalur dan Sungai NK/Saluran Primer. Permintaan itu telah diusulkan melalui Musrenbang Desa setempat. 

"Sudah kami usulkan pada Musrenbangdes agar dimasukan rencana kerja Pemerintah Desa (RKPDes) 2020. Kedua saluran itu sudah banyak mengalami pendangkalan, sehingga air yang ada disaluran itu tidak lancar," kata dia, Selasa 19 November 2019.

Dia mengaku usulan normalisasi sungai primer itu sepanjang 6 kilometer dengan estimasi anggaran sebesar Rp500 juta dan normalisasi jalur mencakup hamparan sawah seluas 300 hektare dengan estimasi sebesar Rp750 juta. 

"Usulan bersumber dari APBN itu diharapkan pada tahun depan dapat segera direalisasikan. Mengingat pentingnya dalam meningkatkan hasil produksi pertanian di desa setempat," tambahnya. 

Hal senada diungkapkan, Ajiudin, salag satu petani Desa Pulaujaya. Dia mengaku petani bukan hanya mengusulkan normalisasi saluran irigasi, melainkan usulan pembangunan embung desa dan pintu air sebanyak satu unit. 

"Embung ini tujuannya untuk ketersediaan pasokan air ketika musim gaduh yang kerap mengalami kekurangan pasokan air. Untuk lahannya sudah ada bila terealisasi," ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Desa Pulaujaya, Roliyah mengatakan usulan para petani tersebut telah direkapitulasi dalam rencana pembangunan (RKP) 2020. Pihaknya akan berupaya mengusulkan normalisasi saluran itu menggunakan APBN.

"Usulan ini akan kami koordinasikan dengan Pemerintah Kecamatan dan kabupaten. Bila perlu nanti akan kami usulkan ke Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWSMS)," kata dia.

Winarko



Berita Terkait



Komentar