#petani#hama

Petani Metro Diimbau Antisipasi Dini Serangan Hama

( kata)
Petani Metro Diimbau Antisipasi Dini Serangan Hama
Hamparan sawah di Kota Metro yang memasuki usia 10-30 hari. Sehingga, Dinas terkait mengimbau akan adanya serangan hama yang terjadi. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro mengimbau para petani di Bumi Sai Wawai untuk mengantisipasi ancaman hama yang menyerang tanaman padi.


Kepala DKP3 Kota Metro, Herry Wiratno mengatakan, dalam masa tanam (MT) dua tahun ini ada beberapa ancaman hama yang dapat menyerang masa tumbuh tanaman padi.

"Perlu diantisipasi lagi untuk serangan hama. Nah, yang kerap terjadi itu mulai dari serangan hama tikus, wereng, batang coklat dan penyakit lainnya yang menyerang padi. Itu harus dipikirkan sejak dini," kata dia, Kamis, 9 Juni 2022.

Dia menambahkan, dengan begitu para petani harus menerapkan gerakan pengendalian (Gerdal) hama yang menyerang tanaman padi.

"Kami juga sudah memberikan imbauan untuk menjalankan gerdal. Terutama dalam ancaman hama tikus," tambahnya.

Menurutnya, usia padi mulai 10-30 hari merupakan waktu yang tepat dalam membasmi tikus yang memakan pohon padi.

"Ini waktu yang tepat untuk memasang umpan, jadi jangan sampai tikus lebih dahulu memakan pohon padi nanti tikus akan keterusan seperti itu. Namun, jika umpan terlebih dahulu yang di makan dan hama tikus berkurang maka gagal panen tidak akan terjadi," ungkapnya.

Selain itu, Herry juga mengingatkan, pada bulan Agustus nanti akan terjadi kekeringan yang bisa mengakibatkan kurangnya asupan air bagi tanaman padi.

"Mudah-mudahan semua petani sudah menyelesaikan tutup tanam pada Mei kemarin. Itu dikarenakan akan ada musim kemarau di bulan Agustus. Jika petani tidak mengikuti jadwal maka nanti akan berakibat fatal. Pertama pasti pada mendekati musim panen padi justru kekurangan air. Maka akan terjadi terhambat," kata dia.

Winarko








Berita Terkait



Komentar