#Pupuksubsidi

Petani Menjerit, Pupuk Subsidi Hilang di Pasaran

( kata)
Petani Menjerit, Pupuk Subsidi Hilang di Pasaran
Ilustrasi. Dok. MI


Kalianda (Lampost.co) -- Sejumlah petani di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, kembali mengeluhkan kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi jenis urea, dan NPK pada musim rendeng 2021. Padahal, tanaman padi mereka sudah waktunya untuk dipupuk yang pertama.

Seperti yang diungkapkan, Ketua Kelompok Tani Karya Tani Desa Pematangbaru, Ramli. Dia mengaku dalam beberapa hari terakhir kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi jenis urea dan NPK. Sedangkan, tanaman padi miliknya sudah berusia 25 hari setelah tanam (HST).

"Sudah beberapa hari ini saya bolak balik ke Kios Sinar Harapan yang ditunjuk sebagai penyalur pupuk bersubsidi di desa kami. Tapi, hingga saat ini stok di kios itu belum ada. Padahal, tanaman padi sudah waktunya di pupuk yang pertama," kata dia, Jumat, 5 Februari 2021.

Akibat keterlambatan itu, kata Ramli, dirinya bersama petani lainnya khawatir kualitas tanaman padi menjadi kurang. Batang padi diyakini tidak dapat tumbuh lebih subur sehingga kurang menghasilkan bulir padi secara maksimal.

"Ya, kalau telat di kasih pupuk berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman padi. Jelas, hasil produksinya berkurang. Punya masih mending 25 HST, petani lainnya ada yang usia mencapai 30 HST," kata dia.

Hal senada diungkapkan, Evan Herlambang, petani lainnya. Dia mengatakan tahun ini petani bukan hanya mengeluh kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, tapi kebutuhan pupuk bersubsidi untuk petani kini berkurang.

"Kendala petani tahun ini bukan hanya kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi saja. Tapi, kebutuhan petani untuk pemupukan berkurang dan harus sesuai dengan E-RDKK," kata dia.

Sementara itu, Pemilik Kios Sinar Harapan Desa Sukamulya, Jono membenarkan adanya keterlambatan distribusi dari pihak distributor. Akibatnya, dirinya belum bisa menyalurkan pupuk ke kelompok tani.

"Memang belum ada pasokan pupuk di gudang. Pihak Distributor memang belum mengirim. Coba tanya dengan kios lain," kata dia.

Winarko







Berita Terkait



Komentar