#petani#lampura

Petani Lampura Tanam Empon-empon Akibat Virus Korona

( kata)
Petani Lampura Tanam Empon-empon Akibat Virus Korona
Caption; Purwanto, warga Desa Sumber Arum, Kecamatan Kotabumi, menunjukkan koleksi empon-emponan di pelarangan rumahnya, Minggu (8-3-2020). LAMPUNG POST/YUDHI HARDIYANTO

Kotabumi (Lampost.co) – Petani di Lampung Utara (Lampura) mulai menanam aneka tanaman obat atau empon-empon. Sebab, komoditas tersebut makin dicari setelah virus Korona (Covid-19) merebak di sejumlah negara termasuk di Indonesia.

Kepala Seksi (Kasi) Metode dan Informasi Penyuluh Pertanian, Dinas Pertanian (Distan) Lampura, I Made Wirata mengatakan kasus virus korona justru menguntungkan petani empon-emponan. Kini harga rempah memilik harga yang bagus dan memberikan keuntungan bagi petani.

 "Sejak wabah kasus virus korona, kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat lebih tinggi. Itu ditandai dengan semakin meningkatnya minat warga dalam mengkonsumsi minuman herbal berkhasiat," kata dia, Minggu, 8 Maret 2020.

Terpisah, Purwanto, warga Desa Sumber Arum, Kecamatan Kotabumi, salah seorang petani empon-empon dikediamannya, mengatakan dengan menanam ragam tanaman herbal berkhasiat untuk kesehatan di pekarangan rumah.

"Bukan hanya sebatas estetika. Penanaman ragam tanaman herbal berkhasiat obat di pekarangan secara tidak langsung telah menunjang kesehatan bagi keluarga," kata dia.

Untuk jenis herbal yang ditanam, usahakan mulai dari rimpang-rimpangan lokal yang mudah tumbuh dan perawatannya tidak terlalu rumit, seperti; jahe, kunyit, kencur maupun temulawak. Selain itu, lakukan penanaman secara bertahap agar tanaman herbal yang dikembangkan dapat beragam.

"Zaman sekarang, mestinya  masyarakat lebih kreatif sebab penghasilan kadang tidak sebanding dengan kebutuhan yang setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan di tambah biaya kesehatan itu sekarang mahal.

 Pemanfaatan lahan pekarangan untuk tanaman obat, menjadi salah satu solusi penyediaan obat yang murah dan mudah bagi keluarga" tuturnya.

Yuliana, petani empon-empon, warga Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Sungkai Barat, dikediamannya mengatakan merasa senang dengan adanya lonjakan harga empon-empon.

"Kalau harga empon-emponan terus tinggi, petani seperti saya jadi semangat untuk membudidayakan tanaman herbal dan tidak murung lagi akibat anjloknya harga saat panen" kata dia yang telah menanam kencur sejak delapan tahun terakhir.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar