Petanipadi

Petani Lampura Pilih Simpan Gabah Kering di Tengah Pandemi

( kata)
Petani Lampura Pilih Simpan Gabah Kering di Tengah Pandemi
Di tengah masa pandemi covid-19, sejumlah petani di Lampung Utara memilih menyimpan hasil panen mereka dalam bentuk gabah. Yudhi

KOTABUMI (Lampost.co) -- Di tengah masa pandemi covid-19, sejumlah petani di Lampung Utara memilih menyimpan hasil panen mereka dalam bentuk gabah. Pasalnya, dengan pertimbangan tidak ada kepastian kapan pandemi akan berakhir, daya simpan gabah dapat bertahan lebih lama.

"Hasil panen padi pada Mei 2020 ini sengaja saya simpan untuk persediaan beras bagi keluarga sekitar satu tahun ke depan," ujar Arip, warga Desa Kemalo Abung, Kecamatan Abung Selatan, dikediamannya, Selasa, 12 Mei 2020.

Menurutnya, menyimpan gabah kering giling (GKG) di lumbung yang sewaktu-waktu dapat digiling menjadi beras untuk persiapan dalam jangka waktu tertentu merupakan bagian dari tradisi petani padi di wilayahnya. Setelah diperkirakan kebutuhan keluarga itu tercukupi, baru sisanya atau panen berikutnya dijual.

"Hasil panen di lahan sawah 1/4 hektare (ha) sekitar 1 ton gabah semuanya saya simpan di lumbung untuk satu tahun ke depan. Hasil panen kedua sekitar Agustus sampai September 2020 mendatang baru yang akan kami jual," kata dia.

Sebab, lanjutnya, saat ini situasi berbeda. Sebelum korona, padi yang disimpan biasanya untuk persiapan beras selama 4-5 bulan ke depan. Tapi, sejak terjadi wabah persiapan padi di lumbung harus lebih banyak untuk mengantisipasi kondisi yang terburuk.

Dengan persiapan padi di lumbung, dia mengaku, merasa lebih tenang bekerja. Sebab kewajiban pokok untuk menyiapkan beras sebagai kebutuhan pangan harian bagi keluarga dalam jangka waktu tertentu telah tercukupi. Tinggal bekerja untuk pemenuhan kebutuhan keluarga lainnya, seperti untuk pendidikan anak-anak, dan listrik.

"Harga gabah kering panen (GKP) pada Mei 2020 ini naik mas, dari sebelumnya Rp4 ribu/ kg naik menjadi Rp5 ribu/kg. Walau ada kenaikan harga, kami tidak menjualnya, kecuali dalam kondisi tertentu," tuturnya.

Dia berharap, wabah korona ini dapat segera berlalu agar kehidupan ekonomi masyarakat desa dapat berjalan normal seperti semula.

Winarko



Berita Terkait



Komentar