singkong

Petani Lampura Pasrah Harga Singkong Anjlok

( kata)
Petani Lampura Pasrah Harga Singkong Anjlok
Lampost.co


KOTABUMI (lampost.co) -- Petani singkong di Lampung Utara hanya bisa pasrah karena harga singkong anjlok. 

"Saat  harga singkong anjlok,  pada Rabu, 23 September 2020 lalu,  Pemkab Lampura menggelar pertemuan di ruang Siger yang dihadiri jajaran eksekutif pemerintahan dan lembaga legislatif yang diwakili ketua DPRD Lampura. Serta perwakilan perusahaan penggolah singkong, di kabupaten, yakni Perusahaan BW dan Sinar Laut juga perwakilan assosiasi petani singkong, Maju Jaya Lampung Utara. Hasil dari pertemuan itu, tidak ada titik temu mengenai kesepakatan harga antara petani yang meminta harga layak dengan perusahaan pengolah singkong" ujar Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan, Dinas Pertanian (Distan), Kabupaten Lampung Utara, Sugiman, di ruang kerjanya, Senin 12 Oktober 2020. 

Dari hasil notulen, alasan penolakan perusahaan penggolah singkong untuk tidak menaikkan harga beli karena pandemik covid-19 yang menyebabkan pihak perusahaan tidak bisa melakukan eksport dan hanya memenuhi kuota kebutuhan barang dalam negeri saja. Selain itu, dengan permasalahan keuangan yang ada, perusahaan mesti menghidupi karyawan sekaligus menanggung biaya operasional pabrik yang mesti tetap berjalan. 

"Di masa pandemik covid-19, perusahaan pengolah singkong hanya bisa bertahan agar tidak melakukan PHK massal karyawan, karenanya perusahaan belum bisa memenuhi harapan petani untuk menaikkan harga beli singkong" kata Sugiman menirukan ucapan perwakilan perusahaan. 

Di lain sisi, menanggapi keluhan tersebut, pihak Pemkab. Lampura juga tidak bisa berbuat banyak. Sebab tidak ada regulasi yang mengatur tentang harga singkong.

"Tidak ada regulasi atau Perda yang mengatur tentang standar harga maupun besarnya potongan tonase timbangan yang dilakukan oleh para pengusaha singkong yang selalu menimbulkan polemik, antara petani dan pihak perusahaan" kata dia kembali. 

Mensikapi anjloknya harga, kewenangan Pemkab. hanya bisa mengfasilitasi keluhan petani dengan pihak pengusaha untuk duduk dalam satu meja membahas hal tersebut dan untuk masalah harga singkong, alasan klasik yang dia sampaikan tergantung dari mekanisme pasar. 

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar