bawanglampungbarat

Petani Lambar akan Kembangkan Tanaman Bawang

( kata)
Petani Lambar akan Kembangkan Tanaman Bawang
Lampost.co/Eliyah

Liwa (Lampost.co) -- Sebanyak sembilan kelompok tani di Lampung Barat tersebar di sejumlah pekon akan melaksanakan program budidaya tanaman bawang.

Kabid Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung Barat Fhatoni mendampingi Kadis Yedi Ruhyadi, Kamis 16 Juli 2020, mengatakan tahun ini akan ada kegiatan budidaya tanaman bawang putih dan bawang merah yang bersumber dari pemerintah provinsi.

Untuk program budidaya tanaman bawang putih akan diberikan kepada 6 kelompok dengan luasan seluruhnya mencapai 10 Ha. Ke-10 Ha itu lokasinya tersebar Kecamatan Lumbok Seminung seluas 5 Ha yaitu dikelola oleh kelompok wanita tani Dahlia di Pekon Sukamaju dan kelompok Sumberasih di Pekon Ujungrembun.

Kemudian 6 Ha lainya dikelola oleh 4 kelompok tersebar di Pekon Sedampah dan Pekon Padangcahya Kecamatan Balikbukit yaitu Kelompok Tunas harapan, kelompok muda tani dan bina usaha dan lainya.

Prosesnya saat ini tinggal menunggu pelaksanaan droping bibit. Untuk pengecekan calon lokasi sudah selesai. Menurutnya, sesuai jadwal pelaksanaan tanam budidaya bawang putih itu akan dilaksanakan pada Oktober mendatang.

Selain mendapat program budidaya bawang putih itu, Lambar juga mendapat program budidaya tanam bawang merah seluas 10Ha yang akan dikelola oleh 4 kelompok tani. Lokasinya juga tersebar yaitu di Pekon Kagungan (Lumbok Seminung) sebanyak 3Ha, Pekon Bahway (Balikbukit) 2Ha, Kotabesi (Batubrak) 3Ha dan Tigajaya (Sekincau) 2Ha.

Ia menambahkan, wilayah Lambar memiliki potensi untuk budidaya bawang merah dan bawang putih. Kemudian antusias atau minat petani untuk mengembangkan tanaman sebagai bahan bumbu ini juga tinggi.

Namun petani selama ini terkendala soal pemasaranya karena tidak ada agen yang siap menampung dalam jumlah banyak.

"Penampung hasil panen bawang di Lambar sampai saat ini bukan agen besar tetapi hanya pedagang pengecer yang hanya mampu menampung paling berkisar antara 20-30kg saja," kata Fhatoni.

Sedangkan petani inginya sekaligus ditampung. Untuk itu pihaknya sampai saat ini masih terus mencari terobosan guna mendapatkan mitra akan tetapi sampai saat ini belum ada. 

Pihaknya juga berharap kepada dinas Koperindag selaku yang membidangi perdagangan, pasar dan UKM untuk dapat membantu mencari solusi agar produk pertanian di Lambar ini dapat terjual dengan maksimal sehingga para petani dapat terbantu.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar