#lampungbarat

Petani Kopi Lambar Diimbau Menanam dengan Pola Integrasi demi Hindari Jeratan Utang Rentenir

( kata)
Petani Kopi Lambar Diimbau Menanam dengan Pola Integrasi demi Hindari Jeratan Utang Rentenir
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Lambar, Nata Djudin Amran. Lampost.co/Eliyah


Liwa (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat (Lambar) mengimbau petani kopi untuk menanam dengan pola terintegrasi demi meningkatkan produksi di tengah pandemi covid-19. 

"Di masa pandemi ini harga komoditas pertanian banyak yang turun karena nilai jual dan daya beli berkurang," kata Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Lambar, Nata Djudin Amran, Rabu, 11 Agustus 2021.

Pola pertanian terintegrasi dianggap sebagai solusi demi menghidupkan perekonomian petani.

Baca: Eksportir Diharap Munculkan Kembali Identitas Kopi Lambar

 

"Sistem tanam terintegrasi yaitu melakukan kegiatan usaha pertanian yang hasilnya bisa menopang untuk harian, bulanan, dan tahunan. Contoh harian, misalnya selain ada tanaman kopi sebagai tanaman utama, petani juga harus memiliki tanaman lainya yang sifatnya bisa dipanen untuk memenuhi kebutuhan harian, seperti tanaman cabai, sayuran, dan lainnya," jelas dia. 

Selain menanam, saran Nata, petani juga bisa beternak kambing atau sapi untuk memanfaatkan limbah tanaman. Sebaliknya, kotoran dari ternak itu pun bisa dimanfaatkan sebagai pupuk. 

"Sehingga tidak hanya mengandalkan hasil kopi, tetapi ada tanaman yang bisa dipanen untuk kebutuhan harian," kata dia.

Dia bergarap, tidak ada lagi petani yang terjebak utang di rentenir lantaran hanya mengandalkan pendapatan tahunan. 

"Kalau tidak dipikirkan mulai sekarang untuk melakukan tanaman pola integrasi maka petani bisa terjebak rentenir demi menutupi kebutuhan harian," kata dia.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar