#Jagung

Petani Diimbau Tak Tergantung Benih Jagung dari Pemerintah

( kata)
Petani Diimbau Tak Tergantung Benih Jagung dari Pemerintah
Ilustrasi. Dok. Lampost.co


Kotabumi (Lampost.co) -- Dampak pemangkasan anggaran di Kementerian Pertanian (Kementan) 2021 menyebabkan Pagu berbagai bantuan benih yang rencana akan dialokasikan ke daerah terpaksa dikurangi. Hal itu, juga berlaku pada bantuan benih jagung bagi kelompok tani (Poktan) di Provinsi Lampung.

"Merujuk informasi dari hasil rapat di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, terjadi pemangkasan anggaran di Kementan. Sehingga kuota bantuan benih jagung juga terpaksa mesti dikurangi," ujar Kabid Tanaman Pangan, Dinas Pertanian (Distan), Kabupaten Lampung Utara, Sugiman, di ruang kerjanya, Kamis, 11 Februari 2021.

Sebelumnya kuota bantuan benih jagung untuk Lampung merujuk hasil rapat pada November 2020, untuk alokasi tanam 54 ribu hektare di Januari 2021, turun menjadi 35 ribu hektare dan Februari 2021 kembali turun menjadi 15 ribu hektare.

"Dengan alokasi tanam seluas 15 ribu hektare, yang terbagi untuk 15 kabupaten/kota, maka setiap kabupaten/kota hanya akan mendapat jatah benih jagung seluas seribu hektare," ujarnya.

Sementara untuk usulan bantuan benih jagung yang disampaikan ke Kementan dari kelompok tani di 23 kecamatan se-Kabupaten Lampung Utara tercatat seluas 1.1200 hektare. Dengan jatah benih untuk alokasi tanam seluas seribu hektare, tentunya banyak Poktan yang tidak mendapat jatah bantuan benih tersebut.

"Karena alokasi bantuan benih dari Kementan yang akan disampaikan untuk Lampung Utara minim, maka petani dihimbau untuk tidak mengandalkan bantuan benih pada musim tanam 2021 ini," ungkapnya.

Petani diimbau dapat lebih mandiri dengan memilih benih jagung unggul yang banyak di jual bebas di kios-kios pertanian yang ada di desanya, dan tidak lagi tergantung bantuan benih dari pemerintah, sebab pengadaan bantuan tergantung dari alokasi anggaran yang disiapkan melalui APBN.

Winarko







Berita Terkait



Komentar