#gajahliar#konflikgajah#serangangajahliar

Petani di Sumsel Tewas Terinjak Gajah

( kata)
Petani di Sumsel Tewas Terinjak Gajah
Ilustrasi dajah di alam liar. (Foto: AFP)

Sumatera Selatan (Lampost.co): Zainal Arifin, 53, seorang petani di Desa Bumi Makmur, Kecamatan Nibung, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan tewas setelah terinjak seekor gajah, Selasa, 12 Mei 2020. Korban tewas setelah mengalami luka di bagian kepala.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel, Genman Hasibuan, mengatakan saat itu korban bersama warga lainnya mendengar informasi adanya gajah yang masuk ke perkampungan warga atau tepatnya di perkebunan sawit pada pukul 11.00 WIB.

Saat itu korban bersama warga lainnya melihat dan mendekati gajah tersebut dengan jarak yang lebih dekat. Melihat warga yang sedang berkerumun, gajah terkejut dan bereaksi terhadap kerumunan sehingga membuat gajah itu agresif dan langsung berlari ke arah korban.

"Melihat gajah itu mendekat korban langsung belari dan terjatuh di semak-semak. Pada saat itu kaki gajah menginjak tepat di kepala sehingga membuat korban meninggal," kata Genman, saat dikonfirmasi.

Sementara Kepala Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II Lahat, Martialis Puspito, mengatakan gajah yang berada di Kecamatan Nibung itu kemungkinan berasal dari lanskap hutan harapan, Jambi.

Menurutnya di lanskap tersebut memang terdapat kawanan gajah yang terdiri dari enam gajah betina dan dua gajah jantan. Sebelumnya salah satu dari gajah jantan tersebut yang dinamai Lanang sempat terpantau berada di area Desa Belani, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara.

"Sore ini tim berangkat ke lokasi untuk memastikan gajah itu apakah itu gajah bernama Lanang atau bukan," kata Puspito.

Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, pihaknya menyebut bahwa ciri-ciri gajah yang menewaskan seorang petani tersebut mirip dengan gajah bernama Lanang yakni di bagian gading tunggal.

"Petugas kami akan melakukan penghalauan ke jalur jelajah gajah itu agar tidak masuk ke pemukiman warga lagi," pungkas Puspito.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar