#pertanian#beritalampungselatan

Petani di Sidomulyo Lamsel Pasang Jebakan Listrik untuk Jerat Hama Tikus

( kata)
Petani di Sidomulyo Lamsel Pasang Jebakan Listrik untuk Jerat Hama Tikus
Petani di Desa Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, memasang jebakan listrik untuk mengendalikan hama tikus yang menyerang. (Foto: Lampost.co/Perdhana Wibysono


Kalianda (lampost.co) - - Di musim tanaman rendeng kali ini, serangan hama tikus, menjadi momok yang menakutkan bagi para petani di Desa Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan. Kini, petani setempat memasang jebakan listrik di sawah untuk mengatasi hama tikus. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun lampost.co, areal sawah di Desa Sidowaluyo seluas 800 hektare, saat ini hampir 100% sudah ditanami padi. Usia tanaman padi di areal sawah Desa Sidowaluyo berkisar 6 sampai dengan 40 hari mulai mendapatkan serangan hama tikus sejak dari proses penyemaian bibit. 

Segala upaya sudah dilakukan untuk mengendalikan serangan hama tikus, dengan menggunakan racun, pasang pagar keliling menggunakan plastik, hingga pilihan terakhir memasang jebakan listrik. Para petani yang sawahnya terjangkau jaringan PLN menggunakan jebakan tikus dengan aliran listrik. Caranya dengan memasang kawat mengelilingi petak sawah. 

Meski sudah dipasang jebakan listrik, masih banyak tikus yang lolos. Terbukti sebagian tanaman padi di dalam petak sawah masih digerogoti hewan pengerat tersebut. 

"Sudah dipasangi jebakan listrik dan pagar, masih saja tikus bisa masuk sawah," kata Rohmat (42) petani setempat, Rabu, 12 Januari 2022. 

Menurutnya, sebelum dipasangi jebakan listrik dan dikelilingi dengan plastik, para petani sudah berusaha mengendalikan hama tikus dengan cara menggunakan racun. 

"Tikus tidak ada yang mau makan, racunnya utuh," ujarnya. 

Rohmat juga menjelaskan antisipasi agar jebakan listrik tidak mengenai warga yang melintas, setiap sudut petak sawah diberi tanda dengan dipasangi lampu penerangan. 

"Kami aliri listrik hanya malam saja, jadi warga yang melintas sudah tahu," kata dia. 

Baca juga: Burung Hantu Usir Tikus di Persawahan Lamsel

Hal senada diungkapkan petani lainnya, Wahab (51). Menurutnya, dalam satu malam, di setiap petak sawah dipastikan puluhan ekor tikus mati akibat tersengat aliran listrik yang dipasang para petani. 

"Kalau pagi datang, pasti sudah banyak tikus yang mati karena terjebak listrik," ujar Wahab. 

Menurutnya, serangan hama tikus sangat ekstrem. Saat masih dalam proses penyemaian dalam satu malam, satu petak bibit padi ludes dihantam hama tikus. 

"Pada waktu itu, habis bibit dimakan hama tikus, terpaksa nyemai lagi," kata dia. 

Kepala Desa Sidowaluyo Haroni menjelaskan sampai saat ini belum ada solusi yang tepat mengatasi serangan hama tikus di sawah. 

"Belum ada cara yang tepat dan aman untuk mengendalikan hama tikus," ujar Haroni. 

Padahal, usai panen musim tanam gadu tahun lalu, para petani sudah mencoba membasmi dengan cara goproyokan hama tikus. Namun, tidak berkurang sama sekali. 

Haroni juga menjelaskan para petani sudah sering diminta tidak menggunakan jebakan tikus dengan aliran listrik. Sebab hal itu sangat membahayakan nyawa petani itu sendiri. Petani berdampingan dengan maut. 

"Sudah sering disampaikan, tapi mereka sudah tidak ada pilihan lain," ujarnya. 

Pihaknya kini berupaya melakukan penangkaran musuh atau predator alami hama tikus yakni burung hantu dan burung rajawali. Untuk mendukung hal itu, para petani diminta membuat rumah burung hantu di setiap pojok petak sawah agar hama tikus bisa terkendali.

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar