#Pertanian#SeranganHama

Petani Palas 'Perang' Lawan Tikus

( kata)
Petani Palas 'Perang' Lawan Tikus
Petani dari tiga desa di Kecamatan Palas, Lampung Selatan bergerak serentak membasmi hama tikus, Minggu, 27 Juni 2021. (Foto: Armansyah/Lampost.co)


Kalianda (Lampost.co) -- Petani dari tiga desa di Kecamatan Palas, Lampung Selatan bergerak serentak  membasmi hama tikus. Petani berupaya mengantisipasi serangan hama tersebut pada musim tanam gadu 2021.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co,  gerakan pengendalian hama tikus itu berlangsung di hamparan sawah Desa Pematangbaru, Sukamulya dan Sukaraja. Bahkan, rencananya gerakan tersebut akan dilakukan di 21 desa se-Kecamatan Palas.

Petugas Penanggulangan Organisme Penggangu Tanaman (POPT) Kecamatan Palas, Safrudin mengatakan gerakan itu merupakan salah satu kewaspadaan serangan hama tikus sebelum memasuki periode tanam musim gadu tahun ini. Pantauan di lapangan, hampir di seluruh hamparan sawah memiliki populasi hama tersebut.

"Memang saya amati saat ini sudah ada populasi hama tikus di setiap hamparan. Untuk itu, sebagai langkah antisipasi petani harus ada gerakan pengendalian OPT hama ini di hamparan sawah masing-masing," kata dia, Minggu 27 Juni 2021.

Safrudin mengatakan gerakan pengendalian hama pengerat itu dilakukan dengan menggunakan bom asap atau pengasapan terhadap lubang sarang hama tersebut. Kemudian, pembersihan lingkungan sekitar hamparan sawah masing-masing.

"Gerakan pengendalian ini memang sangat efektif dilakukan sebelum adanya pertanaman dimulai. Sebab, sebagian besar saat ini baru ada beberapa hamparan baru mengolah lahan dan pembuatan persemaian bibit," kata dia

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Lamsel, Bibit Purwanto mengatakan kegiatan itu direncanakan akan dilaksanakan di seluruh hamparan sawah se-Lamsel. Karena gerakan ini sangat tepat dilaksanakan serentak sebelum ada pertanaman.

"Di beberapa kecamatan sudah melaksanakan gerakan pengendalan hama tikus.  Melalui kegiatan ini, kami juga memberikan pemahaman kepada petani betapa pentingnya gerdal tersebut dan dinilai cukup efektif," kata dia.

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar