#hamawereng

Petani di Palas Diminta Waspada Serangan Hama Wereng

( kata)
Petani di Palas Diminta Waspada Serangan Hama Wereng
Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (PPOPT) Kecamatan Palas-Sragi, Lampung Selatan, Sumaryo saat memantau hama wereng di lahan Desa Tanjungjaya, Kecamatan Palas, Rabu, 4 Maret 2020. Lampost.co/Armansyah


Kalianda (Lampost.co) -- Petani di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, diminta mewaspadai serangan hama wereng yang dapat merusak tanaman padi. Sebab, saat ini sudah ditemukan populasi hama wereng di beberapa desa.

Hal tersebut diungkapkan Kepala UPTD Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian (P3) Kecamatan Palas, Agus Santosa saat dihubungi Lampost.co, Rabu, 4 Maret 2020. Dia mengatakan populasi hama wereng sudah ditemukan di lahan pertanian di beberapa desa.

"Dari pantauan kami di lapangan selama satu pekan terakhir sudah mulai menemukan populasi hama wereng di lahan persawahan di beberapa desa," kata dia.

Dia mengaku populasi hama wereng sudah ditemukan di Desa Tanjungjaya dan Bumidaya. Tetapi, hama wereng yang ditemukan hanya spot-spot dan sudah dikendalikan petani.

"Meski populasi masih terbilang kecil, perlu dilakukan pengendalian. Untuk itu, petani diimbau untuk melakukan pengamatan sehingga peningkatan populasi hama wereng tersebut terus terpantau agar tidak merusak tanaman padi," kata dia.

Hal senada diungkapkan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (PPOPT) Kecamatan Palas–Sragi, Sumaryo. Dia mengatakan dari hasil pengamatan yang dilakukan pada pekan lalu itu terdapat satu ekor hama wereng pada setiap rumpun padi.

Dia menerangkan meski belum membahayakan dan menimbulkan kerusakan, cuaca yang cenderung mendung dan lembap membuat hama wereng yang sudah ada memiliki potensi untuk berkembang biak.

“Populasinya setiap satu rumpun terdapat satu ekor wereng. Meski demikian, hal itu belum membahayakan dan menimbulkan kerusakan. Petani juga diharapkan sebelum melakukan pengendalian bisa berkonsultasi dengan penyuluh agar bisa menggunakan pestisida yang tepat," katanya.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar