wortelliwalambar

Petani di Liwa Keluhkan Harga Wortel Anjlok

( kata)
Petani di Liwa Keluhkan Harga Wortel Anjlok
Petani sayuran di Liwa mengeluhkan karena harga panen ditengah pandemi ini terus merosot. Lampost.co/Eliyah


LIWA (Lampost.co) -- Sejumlah petani di Liwa, Lampung Barat kembali mengeluh. Pasalnya, harga beberapa komoditas sayuran terus merosot.

"Sejak terjadi wabah korona ini harga hasil panen sayuran dan sejenisnya terus merosot. Padahal harapan untuk memenuhi kebutuhan hidup dimasa pandemi ini hanyalah berharap dari hasil panen inilah," kata Dedi (35) warga Pasar Kelurahan Pasar Liwa, Lampung Barat Minggu, 4 Oktober 2020.

Dedi yang saat itu ditemui di lahan tanaman wortelnya, menambahkan pihaknya dan para petani lainya berharap ada solusi dari pemerintah yang dapat membantu petani minimal mampu menstabilkan harga hasil pertanian di tengah pandemi ini.

Selain menstabilkan harga, kata Dedi, pihaknya juga berharap bagaimana petani kecil ini bisa mendapatkan bantuan modal. Sebab sejak covid ini terjadi lanjut dia, banyak petani kesulitan untuk melanjutkan cocok tanam akibat harga anjlok sehingga banyak petani yang merugi dalam permodalan.

"Harapan kami yaitu pemerintah bisa andil untuk menstabilkan harga hasil pertanian ini supaya kami bisa memenuhi kebutuhan hidup dari hasil tanaman ini dan kemudian kami bisa menanam kembali," kata Dedi.

Akibat harga yang kini terus anjlok ini, kata Dedi, sebagian petani terpaksa mengurangi biaya produksi yang tentunya akan berpengaruh kepada produksinya. Sebab ketika harga murah maka hasil panen banyak yang tidak laku yang tentunya akan mempengaruhi keberlangsungan tanam petani.

Salahsatu contohnya yaitu hasil panen wortel yang saat ini hanya Rp350 ribu/kg di petani ini. Walaupun harga ini sudah bersih diterima petani yaitu tanpa potongan lagi tapi harga tersebut belum bisa memenuhi modal tanam lagi.

Contoh lainya yaitu panen muntul (ubi jalar) dengan harga hanya Rp1000/kg. Harga muntul seribu per kg ini hanya cukup modal saja.

'Harapan kami sebagai petani tentu harga segera membaik," lanjut Dedi.

Sementara itu, Sinaga salahsatu agen penampung sayur di Liwa, mengaku harga saat ini sedang anjlok karena rendahnya permintaan akibat pasar banyak yang sepi. "Selama ini banyak dipasarkan keluar Lampung namun belakangan sejak covid pasar sepi bahkan tutup," kata Sinaga.

"Kita sebenarnya kasihan dengan petani tapi disisi lain kita juga kesulitan untuk menjualnya jika ingin menampungnya lebih banyak," kata Sinaga.

Ia mengaku, harga Rp1000/kg untuk ubi jalar ditingkat petani tersebut, itu sudah harga bersih yaitu sudah dipotong ongkos angkut dan karung. Harga panen muntul Rp1000/kg itu diperkirakan hanya cukup untuk modal saja.

Sementara itu, Aris warga Seranggas Kelurahan Pasar Liwa, mengaku ia panen sawi dengan harga Rp2,5 ribu/kg. Untuk sayur jenis sawi dengan harga Rp2,5 ribu/kg jika dibanding dengan harga muntul dan wortel, harga sawi sudah termasuk bagus.

"Untuk harga panen sawi saat ini sudah termasuk bagus dibanding dengan wortel dan muntul," kata Aris.

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar