#gingseng#petani#beritalamsel

Petani di Desa Bumijaya Budidayakan Ginseng Merah 

( kata)
Petani di Desa Bumijaya Budidayakan Ginseng Merah 
Warga Desa Bumijaya, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, budidaya tanaman ginseng merah. Lampost.co/Perdhana

Kalianda (Lampost.co): Berbekal ketekunan dan kesabaran, perjuangan Iim (48) warga Dusun III, Desa Bumijaya, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, sudah membuahkan hasil.

Ribuan batang tanaman ginseng merah yang di tanam di sekitar halaman rumahnya sudah siap untuk di panen.

Tidak perlu perawatan khusus untuk menanam ginseng merah yang dipercaya banyak manfaat bagi kesehatan. Hanya perlu dilindungi dari sinar matahari langsung, karena tanaman sangat rentan terhadap panas. 

"Paling penting jangan kena sinar matahari langsung," kata Iim, Selasa, 15 September 2020. 

Budidaya tanaman ginseng merah itu berawal dari Iim mendapatkan bibit dari rekannya yang pulang kerja di negeri ginseng Korea Selatan. "Diberi kawan lima biji untuk disemai menjadi bibit," ujarnya. 

Dijelaskannya butuh waktu sekitar 3 bulan proses pembibitan dari biji hingga menjadi tanaman ginseng merah, setelah tumbuh hingga bisa panen memakan waktu sekitar 9 bulan. 

"Awalnya saya kira tidak tumbuh, ternyata butuh waktu sampai 3 bulan," kata dia. 

Dalam satu batang tanaman usia sekitar 1,5 tahun, ginseng merah siap panen memiliki bobot sekitar 300-500 gram. "Makin tua pastinya bobot lebih berat lagi," ujarnya. 

Ketekunan dan kesabaran dalam menanam ginseng merah perlu dibekali dengan pengetahuan pengelolaan agar hasil panen lebih maksimal. "Nanamnya dengan cara tradisional saja, tidak ada yang ngajarin," ujarnya. 

 Sementara itu, Kepala Desa Bumijaya Aris Mustofa menjelaskan pihaknya akan mengembangkan tanaman ginseng merah di desa setempat. "Nanti melalui BUMDes tanaman ginseng merah akan kami kembangkan secara luas," ujarnya. 

Saat ini tengah mempersiapkan bibit yang merupakan biji dari ginseng merah, untuk ditanami dilahan yang lebih luas. 
"Saat ini permintaan bibit sangat banyak, kebanyakan dari luar daerah," kata dia.

Di Desa Bumijaya terdapat 48 kelompok Dasawisma mengembangkan tanaman herbal kesehatan salah satunya ginseng merah. 
"Kelompok Dasawisma sudah berjalan, kami ingin mengembangkan untuk perkebunan yang luas," katanya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar