#beritalampung#beritalampungterkini#semangka#panenmelimpah

Petani di Candipuro Semringah Panen Semangka Melimpah

( kata)
Petani di Candipuro Semringah Panen Semangka Melimpah
Petani semangka di Desa Bumijaya, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, saat menunjukkan hasil panennya, Rabu, 19 Oktober 2022. Lampost.co/Perdhana Wibysono


Kalianda (Lampost.co) -- Petani semangka di Desa Bumijaya, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, sedang semringah. Betapa tidak, saat ini panen semangka melimpah sehingga bisa menopang ekonomi keluarga.

Para petani dalam lahan satu hektare dengan menanam semangka varietas amelia dan kurnia selama dua bulan dapat menghasilkan 20 ton dengan berat rata-rata 10 kilogram per buah. Hasil yang melimpah dengan harga jual Rp3—Rp5 ribu/kg buah semangka merah tanpa biji sangat menguntungkan bagi petani.

Baca juga: Sejumlah Embung dan Irigasi di Natar Mangkrak 

Untuk mencapai hasil panen yang berlimpah, para petani wajib memperhatikan beberapa hal penting mulai pengolahan lahan, teknik penanaman sampai pemeliharaan. "Semua proses harus dikerjakan dengan benar agar hasil maksimal," kata Rian Ahmad (30), petani warga Desa Bumijaya, Rabu, 19 Oktober 2022.

Areal sawah untuk menanam semangka terlebih dahulu dikeringkan sampai mudah dicangkul. Selanjutnya diteliti ph atau tingkat keasaman tanahnya.

"Semangka tanaman semusim dengan pola tanam monokultur dengan masa tanam dua bulan," ujarnya.

Dia menjelaskannya pemberian pupuk organik pada saat sebelum tanam tidak akan semuanya bisa terserap. Untuk itu dilakukan pemupukan susulan yang disesuaikan dengan fase pertumbuhan. "Pemberian pupuk harus disesuaikan fase pertumbuhan," katanya.

Selanjutnya pengobatan dan penyiraman setiap hari, sedangkan obatan menggunakan pestisida dan fungisida yang diberikan tiap pekan. Saat hujan, penyemprotan dilakukan setelah reda. "Penyemprotan fungisida dilakukan setelah hujan reda karena air hujan membawa jamur," katanya.

Rian sangat bangga dengan capaian panen perdana buah semangka yang berkualitas dan berlimpah yang bisa menjadi penopang perekonomian keluarga. "Alhamdulillah, meskipun harga jual sedang turun, tetapi tetap menguntungkan," ujarnya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar