#emisikarbon#pencemaran#lingkungan

Petani dan Nelayan di Lampung Paling Terdampak Emisi Karbon

( kata)
Petani dan Nelayan di Lampung Paling Terdampak Emisi Karbon
FGD implementasi komitmen pembangunan rendah karbon, Kamis, 20 Januari 2022. Lampost.co/Umar Robbani


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Jumlah emisi gas karbon di wilayah Lampung pada 2030 diperkirakan mencapai 27,6 juta ton CO2eq. Jika tidak dilakukan mitigasi, hal tersebut bisa memberikan dampak negatif terhadap petani dan nelayan.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Lampung, Irfan Tri Musri mengatakan, pencemaran emisi karbon akan berpengaruh pada peningkatan suhu bumi. Organisasi internasional IPCC memberikan kenaikan suhu hanya 1,5 derajat.

Kenaikan suhu di atas angka tersebut akan berpengaruh pada pencairan es di kutub utara yang akan mempengaruhi ketinggian permukaan air laut serta gelombang tinggi.

"Berkenaan pada iklim makro akan menimbulkan panas dan hujan yang berlebih, ini sangat berhubungan dengan sektor pemenuhan lebutuhan seperti pertanian dan nelayan," kata dia usai FGD implementasi komitmen pembangunan rendah karbon, Kamis, 20 Januari 2022.

Baca: 3 Negara Pencemar CO2 Terbesar Sejak 1850, Indonesia Urutan Kelima

 

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan Infrastruktur dan Kewilayahan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lampung, A Lianurzen menyebut,  pihaknya telah melakukan perubahan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2019-2024 menjadi lebih berwawasan lingkungan.

Ia menjelaskan, pihaknya telah memasukkan indikator dalam kinerja utama terkait penurunan emisi gas rumah kaca. Hal tersebut akan menjadi pedoman pemerintah dalam melakukan perencanaan dan pembangunan ke depan.

"Targetnya 2,9 juta ton karbon, yang dalam proyeksi itu mencapai 27 juta ton di tahun 2030," ungkapnya.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar