#hargacabai#ekbis#hargapasar#beritalamsel

Petani Cabai Merah Sambut Gembira Kenaikan Harga Cabai

( kata)
Petani Cabai Merah Sambut Gembira Kenaikan Harga Cabai
Seorang petani cabai menunjukkan tanaman cabai di kebunnya. Foto: Lampost.co/Perdhana Wibisono

KALIANDA (Lampost.co) -- Petani cabai merah di beberapa kecamatan di Lampung Selatan, sambut gembira harga cabai yang terus merangkak naik. Harga cabai merah di tingkat petani kisaran Rp50-55 ribu/kg, sedangkan harga cabai di pasan mencapai Rp70 ribu/kg.

Diperkirakan harga akan terus merambat naik seiring dengan kondisi cuaca kemarau. Menurut salah seorang petani cabai merah di Kecamatan Way Panji, saat ini harga sangat baik dibandingkan tiga dekade masa tanam sebelumnya. "Sekarang harga sangat bagus, masa tenam sebelumnya hanya sepuluh ribu sekilo," kata Arisanto (49), Minggu (7/6/2019).

Namun, tingginya harga tidak seimbang dengan hasil panen yang menurun akibat cuaca panas dan serangan hama. "Harga bagus, hasil panen sedikit menurun," ujarnya. Hal senada diungkap petani di Kecamatan Sidomulyo, jika musim tanam cabai saat ini banyak serangan hama ulat yang merusak tanaman. "Serangan ulat sempat menyerang tanaman sebelum panen," kata Ketut (44).

Pada saat panen, buah cabai yang akan di panen alami rontok, sehingga tidak mendapatkan hasil panen yang maksimal. "Sudah mulai merah, cabainya rontok duluan," ujarnya.

Terpisah, salah seorang pengepul cabai merah mengaku membeli cabai dari petani dengan pembayaran kontan, lalu dijual ke pedagang dengan cara bayar belakangan. "Beli sama petani kisaran lima puluh ribu sampai dengan lima puluh lima ribu rupiah tergantung kualitas," kata Masduki (55).

Meskipun selisih harga pembelian dari petani dan dijual ke pedagang bekisar Rp15-20 ribu/kg, tidak membuat para pengepul untung besar. "Resikonya banyak, karena harga bisa berubah sewaktu waktu, bagi kami yang paling penting harga stabil," ujarnya.

Perdhana Wibisono



Berita Terkait



Komentar