#Pertanian#pengendalianHama#burunghantu

Petani Bumirestu Usulkan Rubuha untuk Kendalikan Hama Tikus

( kata)
Petani Bumirestu Usulkan Rubuha untuk Kendalikan Hama Tikus
Musrenbangdes 2022 di Kantor desa Bumirestu, Palas, beberapa hari lalu, mengusulkan bantuan rumah burung hantu untuk kendalikan hama tikus. (Foto: Dok.PPl Lamsel).


Kalianda (Lampost.co)-- Untuk menghadapi serangan hama tikus yang kerap terjadi setiap tahunnya, Petani di Desa Bumirestu, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, mengusulkan bantuan rumah burung hantu (rubuha). Burung hantu merupakan predator yang dinilai efektif membasmi hama tikus.

Hal tersebut diungkapkan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Desa Bumirestu, Tukiyar dalam Musrenbangdes 2022 di Kantor desa setempat, beberapa hari lalu. Dia mengatakan dalam pengelolaan anggaran dana desa 2022 mendatang, Pemdes Bumirestu bisa menganggarkan pembuatan rubuha.

"Ya, saya mewakili petani di Desa Bumirestu bahwa mereka menginginkan rubuha di setiap areal persawahan masing-masing kelompok tani. Sebab, rumah berikut burung hantu ini mampu meminimalisir serangan hama tikus," kata dia.

Tukiyar mengatakan hama tikus merupakan hama yang menimbulkan kerugian bagi pertanian. Ia berharap adanya rubuha mampu mengendalikan hama tikus agar produksi padi meningkat secara berkelanjutan.

"Selama ini upaya petani dengan geropyokan, pengemposan hingga pengumpanan sudah sering dilakukan. Tapi serangan hama tikus tetap saja ada dan sulit dikendalikan. Untuk itu, kami berharap Pemdes Bumirestu bisa menganggarkan untuk pembuatan rubuha ini minimal 3-5 unit setiap kelompok nya," kata dia.

Sementara itu, Kepala Desa Bumirestu, Sukiman mengatakan menyambut baik atas usulan dari petani terhadap pembuatan rubuha. Meski belum bisa memastikan bisa terealisasi atau tidak pada 2022 mendatang.

"Saya setuju atas usulan pembuatan rubuha itu. Apalagi untuk kesejahteraan petani. Tapi, saat ini belum bisa kami pastikan bisa terealisasi atau tidak. Yang jelas, akan kami masukkan kedalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP-Des) 2022. Kami lihat dulu pagu anggaran 2022 dan menunggu peraturan bupati," ujarnya.

Sri Agustina







Berita Terkait



Komentar