#lampungselatan

Petani Baliagung di Lamsel Minta Penyaluran Pupuk Bersubsidi Dikebut

( kata)
Petani Baliagung di Lamsel Minta Penyaluran Pupuk Bersubsidi Dikebut
Ilustrasi pupuk urea diunduh Jumat, 15 Juli 2022. (Istimewa)


Kalianda (Lampost.co) -- Petani di Desa Baliagung, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, meminta penyaluran pupuk bersubsidi dipercepat. Pasalnya, musim tanam gaduh tahun ini sudah dimulai dan petani membutuhkan pupuk bersubsidi.

Petani Desa Baliagung, Ketut Purne (45), mengatakan sebagian besar petani setempat sudah memasuki pertanaman. Namun, sebagian petani desa setempat juga ada yang kebutuhan pupuk subsidinya belum tercukupi.

“Kalau untuk jenis urea lancar, ketika pupuk datang langsung disalurkan ke kelompok oleh kios. Tapi, yang ngadat (terkendala, red) saat ini NPK. Karena penyaluran dari distributornya lambat. Sampai saat ini petani baru dapat satu sak padahal kebutuhan petani rata-rata dua sak,” kata  dia, Jumat, 15 Juli 2022.

Ketut mengatakan pemupukan tanaman padi pada musim gadu tahun ini tiba di akhir Juli ini. Sementara, ketersediaan pupuk NPK belum tercukupi semua. 

“Pemupukan mulai sekitar akhir Juli dan awal Agustus. Sementara, pupuk NPK-nya sampai sekarang masih belum tersedia. Untuk itu, kami berharap pendistribusian pupuk dipercepat," ujar dia.

Selain itu, Ketut menilai selama ini penyaluran pupuk subsidi dari distributor ini juga tak sejalur dengan pemakaian petani. Pendistribusian ke kelompok kerap terjadi diluar musim pemupukan.

“Seharusnya penyalurannya disesuaikan dengan di lapangan. Pupuk datang ketika kami belum butuh, akibatnya pupuk tidak terpakai. Pas lagi butuh malah penyalurannya lambat,” katanya.

Baca juga: Harga GKP di Lamsel Memasuki Panen Musim Gaduh di Atas HPP

Sementara itu, Ketua Gapoktan Bali Jaya Desa Baliagung, Dewo Aji Sastrawan menepis keterlambatan penyaluran pupuk NPK dari distributor. Hanya saja saat ini penyaluran pupuk dari distributor juga sudah dibatasi dalam setiap bulannya.

“Prosedur penyaluran sudah enggak kayak dulu. Berapa kami minta selalu dikasih oleh distributor. Sekarang penyaluran dilakukan setiap bulan tapi jumlahnya dibatasi, enggak bisa kami minta empat mobil sekaligus. Paling yang datang hanya satu mobil. Lagi pula kebutuhan pupuk NPK musim tanam kedua ini juga sudah terpakai di musim tanam pertama. Jadi, sudah tidak full lagi,” ujar dia yang juga pemilik Kios Pupuk Bersubsidi di Desa Baliagung.

Dewo mengajak petani untuk beralih menggunakan pupuk non subsidi guna mengatasi kekurangan pupuk pada musim tanam ke dua ini. 

"Saya juga sediakan pupuk NPK nonsubsidi dari Gresik, tapi petani di sini jarang ada yang mau. Kalau sudah kepepet tidak dapat pupuk, baru mau pakai yang nonsubsidi,”  katanya.

Wandi Barboy






Berita Terkait



Komentar