#beritalampung#beritadaerah#lampung#kalianda

Petambak Keluhkan Pemadaman Listrik Lebih dari Dua Jam

( kata)
Petambak Keluhkan Pemadaman Listrik Lebih dari Dua Jam
Ilustrasi. (Google Images)

KALIANDA (Lampost.co) -- Sejumlah pembudidaya udang vanamie di pesisir timur kecamatan Ketapang, Lampung Selatan menyesalkan pemadaman listrik yang berlangsung lama. Mereka berharap PLN bisa mengantisipasi pemadaman bagi pelanggan tambak udang karena beresiko mengancam pertumbuhan udang. 

"Pemadaman yang cukup lama membuat kami rugi. Sebab banyak udang yang mati lantaran listrik mati lebih dari enam jam pada Senin (14/10) lalu," kata Slamet alias Begok (43), petambak udang semi modern (intensif) di pesisir timur kecamatan Ketapang, Lampung Selatan kepada Lampost.co, Rabu 16 Oktober 2019.

Persoalan pemadaman listrik yang kerap terulang dalam waktu lama, ujar Begok, mengganggu kehidupan udang karena pertumbuhannya tergantung dengan sirkulasi udara yang digerakkan oleh kincir. 

"Kalau listrik mati, sudah pasti kincir mati. Kami harap persoalan pemadaman listrik di petani tambak jangan sampai terjadi.  Apalagi kami sudah mengeluarkan biaya tagihan listrik hingga Rp7 jutaan dan biaya pemasangaan habis puluhan juta," ungkapnya. 

Hal senada diungkapkan Ahmad Muslim, petambak di pesisir timur desa Pematang Pasir, kecamatan Ketapang, Lampung Selatan. Ia menilai pemadaman listrik yang kerap terjadi secara tiba-tiba dalam waktu yang cukup lama menunjukan kinerja PLN tidak profesional.

"PLN meminta kami harus memaklumi, sementara pelanggan merugi. Ini kan menunjukkan kerja yang tidak profesional," kata Ahmad Muslim yang juga anggota DPRD kabupaten Lampung Selatan ini. 

Walau sering dirugikan karena pemadaman listrik, petambak tidak bisa berbuat banyak atau menuntut, karena dalam aturan PLN, ganti rugi baru bisa diberikan apabila pasokan terhenti selama lebih dari 10 jam. 

"Padahal dengan padam satu atau dua jam saja sudah mengancam kelangsungan udang yang kita budidayakan," ungkapnya. 

Ia berharap pasokan listrik,  khusus untuk pembudidaya udang vanamie harus terencana,  sehingga  kejadian seperti ini seharusnya sudah diantisipasi dengan benar. "Harusnya PLN ada backup, apalagi kincir ditambak harus terus berputar, agar kqmi tidak merugi setiap ada pemadaman liatrik dalam waktu lama," harapnya.

Aan Kridolaksono

Berita Terkait

Komentar