#beritalamtim#limbahminyak

Petambak Undang Lamtim Keluhkan Limbah Minyak

( kata)
Petambak Undang Lamtim Keluhkan Limbah Minyak
Pengurus kelompok budidaya Mina Surya Lesari, Dedi Cahyadi, saat diwawancarai, Senin 18 Juli 2022. Lampost.co/Arman Suhada)


Sukadana(Lampost.co): Sejumlah petambak di pesisir pantai Kecamatan Maringgai, Lampung Timur, mengeluhkan banyak udang yang dibudidayakan oleh para petambak setempat mati akibat pencemaran minyak.

Pengurus kelompok budidaya Mina Surya Lesari, Dedi Cahyadi, mengatakan petambak udang banyak yang mengeluhkan dampak pencemaran minyak bagi usaha budidaya udang.

"Dampaknya sampai kematian udang di tambak. Air yang menghitam, nafsu makan udang menurun dan menimbulkan kematian pada udang," ujarnya, Senin, 18 Juli 2022.

Selain itu, ia menyebutkan persentase kematian mencapai 80 persen per kolamnya. "Kalau luas keseluruhan tambak disini ada sekitar 11 hektare, mulai dari pribadi maupun sewa. Kurang lebih ada 70 kolam," ujarnya.

Dia mengungkapkan tercemarnya air laut berpengaruh terhadap produktivitas tambak. "Jelas ada dampak, karena ini kan budidaya air, sumbernya air, jelas ada perubahan. Kalau air laut kita sudah tercemar, terus bagaimana dengan yang di tambak. Kita ini kan gimana caranya udang itu sehat. Kalau airnya juga sudah tidak sehat, bagaimana bisa produktif. Sekarang menurunnya sangat drastis," katanya.

Menurut Dedi, tercemarnya air laut ini sudah hampir dua pekan terjadi. "Memang tiap tahun limbah itu selalu ada. Tapi dulu kita anggap biasa aja. Rupanya perlahan, berdampak sampai ke kami," kata dia.

Awalnya, pihaknya menganggap gumpalan hitam menyerupai aspal (limbah minyak) tersebut, merupakan sampah dari nelayan. "Semula kami anggap aspal biasa atau sampah dari nelayan. Tapi ketika ombak besar, angin kencang, makin banyak limbah itu, belum lagi kawan-kawan nelayan menemukan gumpalan seperti minyak di tengah (laut), lalu kami juga menemukan di pinggiran pantai," pungkas Dedi.

Sementara itu, Camat Labuhan Maringgai Agustinus Trihandoko mengatakan tingkat pencemaran limbah minyak yang terjadi di enam titik pesisir pantai di Kecamatan Maringgai, Lampung Timur saat ini sudah berkurang.

"Dari hari pertama sudah ditangani. Kami juga memperdayakan masyarakat dalam proses pembersihannya. Mungkin masih ada terdapat sisa sedikit, sisa-sisa itu seperti yang nempel di sampah atau jaring-jaring yang ada di pantai. Bisa dikatakan 90 persen clear. Pantai juga sudah banyak wisatawan datang," kata dia, Senin, 18 Juli 2022.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DLHPKPP) Kabupaten Lampung Timur, Andi Kristanto, mengatakan tidak ada penambahan dari enam titik wilayah yang terkena limbah minyak.

"Sejauh ini belum ada penambahan wilayah yang tercemar limbah minyak. Besok Selasa (19 Juli 2022) Bupati Lampung Timur, Bappeda dan saya akan berangkat ke Jakarta. Rabu paginya kami akan melakukan audiensi dengan pihak Pertamina," pungkasnya.

Adi Sunaryo






Berita Terkait



Komentar