penemuanmayatlampungselatan

Via Tewas Tersebab Narkoba dan Seks

( kata)
Via Tewas Tersebab Narkoba dan Seks
Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan AKP Try Maradona saat press rilis ungkap kasus penemuan mayat wanita di Mapolres setempat. Lampost /perdhana

KALIANDA (Lampost.co): Pelan tapi pasti penyebab kematian Belly Oktavia alias Via menemukan titik terang. Kasus Via sempat menyentak setelah jasad gadis 20 tahun itu ditemukan warga tergeletak di sekitar Stadion Jati Kalianda.

Via diduga kuat meninggal akibat overdosis sabu dan pil ektasi. Sebelum tewas Via juga sempat berhubungan seks.

"Satu orang tersangka menyerahkan diri sebelum kami tangkap," kata Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan AKP Try Maradona di Mapolres Lampung, Rabu 27 November 2019.

Baca juga: Mayat Wanita di Stadion Jati Kalianda Gegerkan Warga

Dugaan Via tewas tersebab overdosis narkoba dan seks bebas didapat dari keterangan tersangka FS alias Fei, warga Dusun Bumiagung, Tegineneng, Pesawaran. Sebelumnya, pemuda 26 tahun itu memang sengaja menjemput Via di rumahnya. Keduanya lalu menuju sebuah hotel di Kecamatan Natar.

"Di dalam hotel keduanya memakai sabu dan pil ektasi," kata Try Maradona kepada lampost.co. 

Usai pesta narkoba keduanya berhubungan badan. Di tengah berhubungan seks, tambah Try Maradona, tiba-tiba mulut Via mengeluarkan busa. Tubuhnya pun melemah.

FS kemudian membawa Via ke luar hotel dengan mobil yang dibawanya. "Tersangka membawa korban keluar mencari garam, maksudnya untuk menetralisir," terang Try Maradona.

Setelah diberi garam, ternyata kondisi Via justru tambah parah. FS panik. Dia sempat membawa Via berkeliling masuk dan keluar tol, sampai akhirnya korban meninggal.

FS kemudian membuang jasad Via di sekitar Stadion Jati Kalianda, Jalan Dusun Simpurjaya, Desa Kedaton, Rabu 6 November 2019 sekitar pukul 04:00 WIB. "Jasad Via ditemukan warga keekosan hari," beber Try Maradona.

FS kini sudah ditahan. Sejumlah barang bukti disita dari tangannya, seperti mobil dan alat hisab sabu. FS terancam dijerat Pasal 340 KUHP junto Pasal 338 KUHP jo Pasal 5 Ayat 1 dengan ancaman hukuman kurungan penjara paling lama 12 tahun penjara.

Winarko



Berita Terkait



Komentar