#pariwisata#rekreasi#liburan#hutanmangrove

Pesona Tracking Wisata Hutan Mangrove di Desa Tarahan

( kata)
Pesona Tracking Wisata Hutan Mangrove di Desa Tarahan
Foto: Lampost.co/Perdhana Wibisono

KALIANDA (Lampost.co) -- Jika bosan berlibur ke pantai atau pegunungan, mungkin berwisata ke hutan mangrove yang terletak di Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, menjadi salah satu pilihan.

Tracking Hutan Mangrove yang berjarak sekitar 3 km dari Jalan lintas Sumatera, Desa Tarahan, bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda empat dan dua.

Untuk memudahkan pengunjung mencari tempat wisata hutan mangrove, lokasinya tidak terlalu jauh dari PLTU Sebalang.

Tiket masuk sebesar Rp5 ribu/orang, pengunjung bisa leluasa mengunjungi tempat wisata yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Tarahan.

Pepohonan Mangrove yang khas tumbuh diantara rawa-rawa menjadi pemandangan yang menarik, khususnya yang suka berselfie atau foto-foto.

Pengelola membangun jembatan dan jalan dengan menggunakan bambu di lokasi yang luasnya sekitar dua hektare itu. Ditambah lagi bangunan pondok-pondok dengan atap daun kelapa menjadikan tempat ini menjadi tambah menarik.

Tempat wisata tracking Mangrove Desa Tarahan di kelola melalui Bumdes setempat sejak setahun silam, dalam sebulan  menghasilkan uang sebesar Rp1 juta. Pemasukan itu menjadikan Pendapatan Asli Desa (PADes) Tarahan.

"Wisata Mangrove merupakan Bumdes Tarahan, pengelolaan melibatkan masyarakat sekitar," kata Kepala Desa Tarahan, Junaidi, Rabu (19/9/2018).

Dengan adanya tempat wisata Mangrove, secara otomatis perekonomian masyarakat setempat meningkat. "Masyarakat sekitar membuka usaha warung makanan di depan pintu masuk," ujarnya.

Semua aspek untuk mendukung wisata Mangrove sudah di upayakan, untuk menjaga keamanan dan kenyaman pengunjung juga sudah diperhatikan sejak awal. Termasuk dampak lingkungan, agar keasrian tetap terjaga. "Konsepnya kami berikan tempat wisata yang aman dan nyaman," kata dia.

Perdhana Wibisono



Berita Terkait



Komentar