#PesisirBarat#Kesejahteraan

Pesisir Barat Berupaya Perbaiki Kesejahteraan Masyarakat

( kata)
Pesisir Barat Berupaya Perbaiki Kesejahteraan Masyarakat
Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal dan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim, pada kunjungan kerja Wagub dan rombongan ke Krui, Senin (20/1-2020).

Krui (Lampost.co) -- Kabupaten Pesisir Barat terus berupaya memperbaiki kesejahteraan masyarakat. Hal itu diungkapkan oleh Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal.

Menurutnya  kemajuan daerah diawali dengan perbaikan kesejahteraan masyarakat yang dilaksanakan melalui program pengembangan kabupaten/kota layak anak (KLA), gerakan masyarakat lampung bebas stunting, dan pasar murah.

"Hal itu guna mendukung percepatan pelaksanan program kerja gubernur dan wakil gubernur Lampung," kata dia di depan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim, Senin, 20 Januari 2020.

Ia menjelaskan, pengembangan kabupaten/ kota layak anak (KLA) dilaksanakan pada 2017. Dalam  memenuhi indikator tersebut pihaknya melakukan beberapa upaya yakni sosialisasi ke kecamatan dan pekon, mendorong peran orangtua dalam menjaga anak-anak serta menjamin pemenuhan pendidikan anak, pemberian makanan tambahan untuk anak dibeberapa sekolah dasar sebagai upaya meningkatkan kesehatan gizi anak, dan mendorong masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan ramah untuk anak-anak.

"Kedepannya Pesisir Barat akan terus mengupayakan terwujudnya kabupaten layak anak (kla) dan menjadikan kabupaten pesisir barat lebih baik lagi," kata Agus Istiqlal.

Untuk pengentasan stuning, Agus telah menjalankan program pengontrolan gizi balita dari tahun 2018 hingga sekarang.  Beberapa upaya yang telah dilakukan diantaranya peningkatan penyediaan air minum dan sanitasi yang layak, peningkatan akses keluarga berencana dan kualitas pelayanan gizi dan kesehatan,  peningkatan kesadaran, komitmen, dan praktek pengasuh gizi ibu dan anak melalui sosialisasi dan penyuluhan dinas kesehatan.

 "Penyediaan makanan tambahan yang bergizi serta pemberian suplemen gizi pada ibu hamil dan anak balita. Peningkanutan fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat," ujarnya. 

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar