#lampung#lampura#penerimaanpegawai

Peserta Protes Penerimaan Pegawai RSD Ryacudu Kotabumi

( kata)
Peserta Protes Penerimaan Pegawai RSD Ryacudu Kotabumi
Sejumlah peserta yang memprotes hasil pengumuman penerimaan pegawai di RSD Mayjen HM Ryacudu Kotabumi, Jumat, 6 Desember 2019. Lampost.co/Fajar Nofitra

Kotabumi (Lampost) -- Pengumuman penerimaan pegawai badan layanan umum daerah (BLUD) RSD HM Mayjen Ryacudu Kotabumi diprotes peserta hingga membuat suasana sedikit ricuh di tempat antrean pasien, Jumat, 6 Desember 2019. Pasalnya, banyak kejanggalan, mulai dari tidak transparannya proses sampai tidak ada nilai peserta yang dinyatakan lulus.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, pengumuman dilaksanakan pada hari terakhir jam kerja pegawai itu dipenuhi dengan peserta tes. Mereka yang rata-rata berasal dari tenaga kerja lepas (honor) pegawai merasa kecewa dengan hasil penerimaan itu. Nada protes terdengar jelas, bahkan ada beberapa di antaranya histeris berteriak menyuarakan suaranya dan menangis. Bahkan, sampai ada yang sempat kejang-kejang.

"Kami minta transparan, jangan begini. Masa nilainya saja tak ada, selain itu bekerja hanya beberapa bulan saja. Pada pas saat pendaftaran telah jelas syarat dan mekanisme mengikutinya," kata Diana, salah seorang peserta yang gagal dalam seleksi tersebut.

Mereka menduga terjadi KKN dalamnya penerimaan tersebut. Sebab, dalam daftar pengumuman  yang lulus tidak dilihat masa kerja dan ada kerabat pejabat.

"Masak kami telah bekerja jadi TKS 17 tahun tidak diterima, justru yang baru beberapa bulan kerja diterima. Sementara jelas dalam aturan yang akan diterima minimal 3 tahun masa kerja, kok begini," ujar Tini, peserta yang juga tidak lulus.

Dia menambahkan pada saat pengumuman panitia maupun manajemen akan hadir guna menyerap aspirasi peserta. Selain itu, menyediakan masa sanggah, namun itu tidak ditemukan saat pengumuman.

"Besar harapan kami ini dilaksanakan secara fair, tidak begini. Sangat kentara aroma permainannya. Mohon pihak terkait terutama pemerintah daerah dapat menyikapi secara bijak. Sebab, peserta yang dari TKS banyak akan dirumahkan karena tidak diterima dalam pengumuman ini," katanya.

Saat didatangi awak media di ruangannya, direktur maupun jajaran dan panitia tak ada di tempat. Begitu saat dihubungi dan dikirim pesan singkat, belum ada jawaban.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar