#snmptn#unila#pendidikantinggi

Peserta Lolos SNMPTN Unila yang Tak Registrasi 9,3 Persen

( kata)
Peserta Lolos SNMPTN Unila yang Tak Registrasi 9,3 Persen
Ilustrasi.Dok.Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Universitas Lampung (Unila) telah mengumumkan hasil seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) beberapa waktu lalu. Dari hasil seleksi tersebut, 9,3 persen calon mahasiswa tidak melakukan registrasi.

Kassubag Statistik dan Registrasi Biro Kemahasiswaan dan Akademik Unila Ainul Hudzni mengatakan mahasiswa baru Unila jalur SNMPTN yang diterima berjumlah 1.413 orang. Namun, peserta lolos yang melakukan registrasi hanya 1.247 orang.

"Artinya, ada 166 orang yang tidak melakukan registrasi atau 9,3 persen calon mahasiswa tidak melakukan pendaftaran ulang," ujarnya, Rabu, 2 September 2020.

Dia mengungkapkan tidak diketahui pasti penyebab hal tersebut karena tak ada konfirmasi. Namun belajar dari tahun-tahun sebelumnya, peserta yang tidak registrasi biasanya telah diterima di sekolah kedinasan ataupun di perguruan tinggi lainnya.

Sementara calon mahasiswa baru Unila yang lulus jalur seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) tahun 2020 harus melakukan registrasi mulai 10 sampai 20 September. Kemudian selanjutnya setelah calon mahasiswa baru bisa pengisian data pokok mahasiswa untuk menentukan uang kuliah tunggal.

Ainul juga menjelaskan setelah pengisian data pokok mahasiswa, calon mahasiswa baru membayar UKT yang sudah ditentukan. Setelah itu melakukan registrasi mahasiswa baru di laman http://registrasi.unila.ac.id/ sampai pada simpan permanen.

"Setelah simpan permanen harus mencetak kartu tanda mahasiswa sementara sebagai bukti telah sah dinyatakan mahasiswa Unila. Tetapi, jika tidak sampai melakukan tahapan itu hingga batas pendaftaran berakhir, dinyatakan gugur sebagai mahasiswa Unila," katanya.

Dia menambahkan pihaknya juga mengingatkan kepada calon mahasiswa baru yang belum melakukan registrasi di 3 hari sebelum batas registrasi ditutup. "Biasanya kami menghubungi calon mahasiswa baru yang belum registrasi melalui pesan singkat. Tujuannya untuk mengingatkan mereka agar melakukan registrasi dan mencetak KTM," kata dia.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar