#lampung#pon#senam

Pesenam Meiyusi Raih Tiket PON dengan Menyabet Emas dan Perak Kejurnas

( kata)
Pesenam Meiyusi Raih Tiket PON dengan Menyabet Emas dan Perak Kejurnas
Meiyusi Ade Putra (tengah) menunjukkan emas yang direbutnya dari nomor kuda-kuda pelan pada kejurnas sekaligus kualifikasi PON di Jakarta. Istimewa

Jakarta (Lampost.co) -- Pesenam artistik Lampung Meiyusi Ade Putra merebut tiket PON setelah menyabet emas dan perak pada kejurnas sekaligus prakualifikasi PON cabang senam di Jakarta. Pesenam senior tersebut mempersembahkan medali di nomor andalannya kuda-kuda pelana dan palang sejajar.

Emas diraih dari kuda-kuda pelana dan perak dari palang sejajar. Sayang, di nomor senam lantai, Meiyusi gagal mendapatkan medali. Keberhasilan merebut dua medali membawa Meiyusi lolos untuk berlaga di PON 2020 di Papua.

Meiyusi merebut emas kuda-kuda pelana dengan total poin 12.00. Dia menggungguli dua pesenam Riau yang harus puas dengan perak dan perunggu, yakni Try Saputra dan Agung Suci T.

Agung Suci membalaskan kekalahan di nomor kuda-kuda pelana dengan menyabet emas di palang sejajar dengan poin 13.800. Dia unggul jauh dari Meiyusi yang berada di posisi kedua dengan 13.250. Perunggu juga disabet pesenam Riau, Try Saputra dengan nilai sama dengan Ade, 13.250.

Pesenam Lampung lainnya, Rafii Aditya Ramadhan, harus finis di posisi terakhir yakni 8. Nomor tersebut diikuti sejumlah peserta dari Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Timur, Riau, dan Lampung.

Ketua KONI Lampung Yusuf S Barusman menyambut gembira prestasi yang ditorehkan Meiyusi dan memberikan apresiasi. “Keberhasilan Meiyusi itu sekaligus bisa menjaga martabat olahraga Lampung. Prestasi tersebut sangat membanggakan dan bisa mnejadi cambuk bagi atlet Lampung lainnya untuk menorehkan prestasi demi kebangkitan olahraga Lampung berjaya,” katanya, Selasa, 5 November 2019.

KONI Lampung mempunyai tugas berat dalam menggalang kekuatan menuju prestasi terbaik pada PON 2020. “Puncaknya mencapai peringkat 10 besar PON 2020. Namun semua tahapan itu penting, pra-PON, Porwil, dan pembinaan lanjutan serta program pendukung lainnya sangat terkait. Saya mengajak semuanya bergandeng tangan dalam satu tujuan. Satu per satu menyelesaikan tugasnya dengan maksimal. Mudah-mudahan cita-cita kita tercapai,” ujarnya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar