#pesawaran#kemarau

Pesawaran Alami Kemarau Terparah Tahun ini

( kata)
Pesawaran Alami Kemarau Terparah Tahun ini
Dok/Lampost.co

Pesawaran (Lampost.co) -- Musim kemarau yang melanda Pesawaran pada tahun 2019 dinilai yang terparah dibandingkan tahun sebelumnya karena banyak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga November ini karhutla yang terjadi 18 kali yang menghanguskan 59,8 hektare lahan.

Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesawaran, Jamaludin, mewakili Kepala BPBD Mustari, pada tahun 2019 ini karhutla yang terjadi di wilayah setempat mencapai 59,8 hektare. "Ya tahun 2019 ini, musim kemarau yang terparah dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang nihil kejadian. Tahun ini musibah karhutla yang terjadi sampai 59,8 hektare," ujarnya, Senin, 4 November 2019.

"Karhutla mencapai 18 peristiwa yang melanda 59,8 hektare. Peristiwa terjadi di 7 kecamatan dari 11 kecamatan yang ada. Kejadian karhutla paling banyak terjadi di Kecamatan Padangcermin dengan 7 peristiwa," katanya.

Dia menambahkan kejadian karhutla sampai saat ini masih didominasi dengan kesengajaan para pemilik lahan yang melakukan pembakaran lahan. "Selain faktor cuaca, kesadaran masyarakat juga masih kurang. Mereka membakar lahannya kemudian ditinggal begitu saja yang mengakibatkan api merembet ke mana-ke mana karena banyak rumput kering," ujarnya.

Untuk itu, BPBD masih terus melakukan sosialisasi terhadap masyarakat agar tidak membakar lahan. "Masih terus kami lakukan karena musim kemarau saat ini masih melanda. Sosialisasi masih kami lanjutkan dan kepada masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan," katanya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar