#kerusuhan#ptgaj

Perusakan Aset PT GAJ Perbuatan Melanggar Hukum

( kata)
Perusakan Aset PT GAJ Perbuatan Melanggar Hukum
Sejumlah massa yang tertangkap layar melakukan aksi di PT GAJ, Sabtu, 20 November 2022. (Foto:Dok.Polres Lamteng)


Gunungsugih (Lampost.co)--Aksi perusakan dan pembakaran terhadap aset baik itu milik swasta maupun pemerintah adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Termasuk perusakan yang dilakukan warga lima kampung di Kecamatan Pubian dan Padangratu terhadap PT Gunung Aji Jaya pada Sabtu, 19 November lalu, harus diusus dan ditindak secara hukum.

Pihak kepolisian bersama TNI telah melakukan media di lokasi untuk meredam gejolak sambil melakukan penyelidikan terhadap tindak pidana yang terjadi dan untuk selanjutnya akan diproses sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Sat Intelkam Polri telah melakukan mapping dan mendeteksi terhdap permasalahan yang timbul, melakukan penggalangan terhadap pihak perusahaan dan tokoh masyarakat serta pihak-pihak yang memiliki kepentingan dalam permasalahan tersebut, kata Kapolres Lamteng AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya dalam keterangannya, Minggu, 20 November 2022.

Satbinmas melakukan edukasi terhadap warga dan mendorong tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat untuk  memberikan pemahaman terhadap legalitas perusahaan serta imbauan agar tidak melakukan tindakan melanggar hukum.

Kapolres Lampung Tengah AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya bersama Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad melakukan upaya mediasi dan memberikan edukasi kepada perwakilan masyarakat bahwa HGU milik PT GAJ tersebut masih berlaku hingga tahun 2040. Juga meminta masyarakat tidak melakukan tindakan-tindakan yang diluar aturan yang melanggar hukum.

Langkah yang dilakukan pihak kepolisian antara lain menempatkan personel Samapta untuk melaksanakan patroli prioritas di lingkungan PT Gunung Aji Jaya. Menempatkan personel Brimobda di lokasi kantor dan areal perkebunan sawit PT GAJ.

Kronologis

Adapun kronologis kejadian menurut Polres Lampung Tengah bahwa massa dari lima  kampung di Kecamatan Pubian, Padangratu, menuntut pengembalian lahan milik PT Gunung Aji Jaya di Kampung Gunung Haji Kec. Pubian yang dianggap masyarakat telah habis masa berlaku Hak Guna Usaha (HGU) pada tahun 2015. Kenyataannya perusahaan tesebut mendapat perpanjangan lahan hingga 2040.

* Pada 20 Oktober 2022, perwakilan masyarakat 5 kampung Kecamatan Pubian melakukan mediasi dengan PT GAJ. Ke-50 warga berasal dari Kampung Gunung Aji, Gunung Raya, Negri Ratu, Negri Kepayungan, dan kampung Kuripan Padangratu.

Hasil mediasi Forkopimcam mengimbau kepada masyarakat untuk melengkapi bukti yang diajukan ke PT GAJ terkait dengan habisnya masa HGU PT GAJ kemudian warga menyanggupi untuk mengumpulkan bukti.

* Lalu pada 24 Oktober 2022 pukul 09.15 WIB, massa sebanyak 400 orang dari 5 kampung mendatangi PT GAJ dan melakukan orasi. Massa membubarkan diri menjaga pintu keluar PT GAJ yang ada di kampungnya masing-masing.

* Pada 25 Oktober 2022 dilakukan rapat koordinasi di rumah Bupati Lamteng yang menghasilkan 6 point:

1. Secara legal lahan masih merupakan milik PT Gunung Aji Jaya, HGU telah diperpanjang sejak tahun 2016 sampai dengan tahun 2040 dengan luas 493,63 Ha dengan sertifikat sebanyak 10 sertifikat .

2 . Masyarakat harus diedukasi terlebih dahulu klarifikasi dokumentasi dari tingkat Kabupaten sampai tingkat Kampung

3 . Penyelesaikan perkara secara hukum merupakan langkah paling terakhir, namun apa bila terdapat perbuatan pidana diluar konteks permasalahan tanah tersebut silahkan laporkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penegakan hukum .

4 . TNI/Polri siap memberikan keamanan baik kepada masyarakat dan kepada pengusaha di wilayah Kabupaten Lampung Tengah .

5 . Forkopimcam Pubian sampai dengan tingkat Kepala Kampung hari ini juga langsung memberikan edukasi kepada Masyarakat terkait dengan dokumentasi PT GAJ dan laporkan hasilnya kepada Bupati Lampung Tengah.

6 . Apabila edukasi yang dilakukan Forkopimcam tidak ditanggapi masyarakat, maka pada Rabu, 26 Oktober 2022 Forkopimda Lamteng yang akan menyampaikan edukasi kepada masyarakat .

* Pada 25 Oktober 2022, Forkopimcam Kecamatan Pubian memberikan edukasi kepada warga 5 kampung yang menduduki portal pintu masuk PT GAJ dan mendirikan tenda.

* Lalu pada Sabtu, 29 Oktober 2022, kegiatan Harkamtibmas Polres Lamteng di lokasi PT GAJ, masa membubarkan diri dan membongkar tenda. 
  
Pada Pukul 13.12 WIB, perwakilan masyarakat 5 Kampung dengan pihak PT GAJ yang dimediasi Kapolres Lamteng  AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya bersama Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad di Mako Polsek Padangratu. Kegiatan juga dihadiri 
Danyon B Brimob Gunungasugih Kompol Saifullah, Kabag Ops Polres Lamteng Kompol HD Pandiangan, Camat Pubian Adi Rakhman, Danramil Padangratu Kapten Suprobo, Kapolsek Padangratu Kompol Rahmin, dan perwakilan PT. Gunung Aji Jaya yakni Legal Oficer Cevep, Damha, Aswan. Serta perwakilan masyarakat 5 Kampung masing-masing 2 orang

* Pada 10 November 2022, warga 5 kampung menggelar unjuk rasa damai di Kantor Bupati Lamteng dan DPRD Lamteng. Hasilnya:
1. Pemkab Lampung Tengah akan melaporkan kepada Bupati dan akan meninjau permasalahan tersebut.
2. Pihak DPRD menjadwalkan pada 14 November 2022 akan melakukan pertemuan dengan Komisi I DPRD Lamteng.

* Lalu pada 14 November 2022, perwakilan 5 kampung dengan DPRD Lamteng, Komisi I DPRD Lamteng membentuk panitia kerja.

* Pada 19 November 2022, sekitar 200 massa dari 5 kampung melakukan perusakan dan pembakaran terhadap aset perusahaan PT GAJ. 

 Akibat kejadian tersebut aset perusahan yang dirusak berupa: lima bangunan utama kantor PT GAJ, satu unit minibus doubel cabin milik perusahaan, satu unit truck cold diesel, empat bangunan di gudang pupuk blok B, dan dua pos satpam di blok A dan B.

Sri Agustina








Berita Terkait



Komentar