#energi#ekonomi

Perusahaan RI Giat Dukung Pengembangan Energi Terbarukan

( kata)
Perusahaan RI Giat Dukung Pengembangan Energi Terbarukan
Energi terbarukan dari panel surya. Dok MI


Jakarta (Lampost.co) -- Sejumlah perusahaan Indonesia seperti PT PLN (Persero), PT Star Energy Geothermal (anak usaha Barito Pacific Group), dan Climate Reality Project (lembaga nonpemerintah) giat mendukung pengembangan energi terbarukan guna menciptakan energi bersih dan target emisi net zero.

Direktur Utama PLN Zulkilfi Zaini, menyatakan pihaknya memiliki komitmen penuh dalam menciptakan inovasi bekelanjutan. Hal tersebut perlu dilakukan guna membuat energi terbarukan kompetitif terhadap bahan bakar fosil.

Dia bilang, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PLN dan didukung berbagai pemangku kepentingan serta komunitas internasional terus melakukan inovasi agar biaya operasional seperti baterai tenaga surya bisa turun hingga lima persen sampai enam persen, mendekati sekitar 2-4 sen.

"Saat itulah energi terbarukan tidak hanya tersedia secara intermittent, tetapi dapat menjadi base load. PLN senantiasa melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam melakukan inovasi untuk menjawab tantangan demi mewujudkan energi terbarukan," ujar Zulkifli dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 20 Juni 2021.

Sementara itu, Group CEO Star Energy Geothermal, Hendra Tan, mengungkapkan fokus utama pihaknya mengembangkan teknologi dan inovasi untuk membuat energi geotermal menjadi lebih sustainable dan kompetitif.

"Seperti melakukan cost efficiency untuk sumur-sumur panas bumi, meningkatkan output dari turbin pembangkit listrik dengan menggunakan jumlah tenaga uap yang sama, serta mendalami inovasi untuk mengkonversi panas menjadi listrik," papar dia.

Adapun Climate Reality Project Manager Amanda Katili Niode menyampaikan pentingnya networking antarpemangku kepentingan dalam menerapkan energi terbarukan. Menurutnya networking di Indonesia membantu perusahaan dalam memahami keuntungan dari praktik-praktik berkelanjutan dan penerapannya.

"Seperti yang dilakukan Indonesia Global Compact Network dan Indonesia Business Counsel for Sustainable Development beserta asosiasi-asosiasi komoditas industri seperti kertas, kehutanan, makanan, pertanian dan tekstil. Selain itu, perlu juga melihat peluang dan kebijakan yang konsisten dan tidak saling bertolak belakang," tegasnya.

Deputy Representative United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia Sophie Kemkhadze mengungkapkan pihaknya juga mendukung para pemangku kepentingan untuk meningkatkan investasi dalam energi terbarukan, mempromosikan efisiensi energi, serta akses terhadap energi bersih.

"Kami juga sedang bekerja sama dengan pemerintah dan sektor swasta untuk terciptanya pasar karbon agar dapat menjadi sumber investasi bagi energi terbarukan melalui implementasi pasar karbon di sektor pembangkit listrik. Langkah nyata dari pemerintah dan sektor swasta sangatlah penting dalam mencapai energi bersih dan target emisi net zero," pungkas Sophie.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar