#karhutla#kebakaranhutan

Perusahaan Lampung Pemilik Hotspot Pemicu Karhutla Belum Diketahui

( kata)
Perusahaan Lampung Pemilik <i>Hotspot</i> Pemicu Karhutla Belum Diketahui
Ilustrasi. Medcom.id/Mohamad Rizal


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Lampung menyampaikan belum mengetahui perusahaan yang masuk dalam daftar teguran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) lantaran memiliki lahan titik panas (Hotspot).


"Justru saat ini kami sedang mencari. Karena kalau memang perusahaan dalam sektor kehutanan pasti KLH akan menyurati tembusan ke Dishut," kata Kepala Dishut Provinsi Lampung, Yanyan Ruchyansyah, Selasa, 31 Agustus 2021. 

Baca: KLHK bakal Jerat Pidana Korporasi yang Terlibat Pembalakan Liar di Register 22

 

"Belum ada informasi, kami menanyakan ke beberapa daerah juga belum tahu. Artinya mereka juga tidak mendapat tembusan," tambah dia. 

Dishut juga mengaku tidak memantau perusahaan secara spesifik.

"Yang kami pantau ada hotspot-nya atau tidak berdasarkan informasi yang di-upload melalui situs resmi kami," jelasnya. 

Sedangkan dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), pihaknya akan melihat dan memantau sebaran hotspot. Dishut sedang mengecek lebih mendalam untuk mengetahui sebaran yang ada dari  perusahaan yang mana. 

"UPTD Dishut ada sebanyak 17 KPH untuk memonitoring berdasarkan wilayah kerja. Setelah terdata, kami arahkan KPH untuk mengecek mengenai izin dan sebagianya untuk dikoordinasikan secara bertahap," jelasnya. 

Ia mengatakan, permasalahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Lampung masih didominasi Waykambas. 

"Karena daerah ini punya wilayah yang memang isinya savana. Biasanya terjadi hampir setiap musim kemarau," jelasnya. 

Sebelumnya diberitakan, KLHK telah menegur 134 perusahaan, yang di lahannya terdapat hotspot atau titik panas sepanjang 2021. Hal ini dilakukan untuk mencegah karhutla meluas. KLHK menyebut, ratusan perusahaan itu tersebar di sejumlah provinsi dari Aceh, Sumatra Utara, Sumttera Selatan, termasuk Bandar Lampung

Sobih AW Adnan








Berita Terkait



Komentar