#pasar#pungli#bandarlampung

Perusahaan Daerah Pasar Bandar Lampung Tegaskan Tak Ada Pungli

( kata)
Perusahaan Daerah Pasar Bandar Lampung Tegaskan Tak Ada Pungli
Dirut PD Pasar Kota Bandar Lampung Edi Gulfari. Lampost.co/Deta Citrawan

Bandar Lampung (Lampost.co) --  Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Bandar Lampung menepis adanya dugaan pungli ataupun tindakan di luar aturan hukum, perihal adanya informasi tentang sertifikat kios atau los milik para pedagang yang berada di pasar perumnas Way Halim.

Direktur PD Pasar Edi Gulfari mengatakan biaya yang dikeluarkan bagi para pedagang untuk memperoleh sertifikat tersebut telah sesuai dengan aturan yang tertuang dalam Peraturan Wali Kota (Perwali).

Ia menjelaskan sertifikat yang nanti diterima oleh para pedagang diantaranya yaitu surat perjanjian hak sewa kios dan surat perjanjian ruas hamparan. Sementara untuk pasar perumnas Way Halim sendiri telah dikelola oleh PD Pasar sejak September lalu.

"Biaya administrasi itu memang ada nilainya Rp120 ribu dan memang nilainya diatur dalam Perwali No 5/2019 tentang Pengelolaan Pasar. Jadi memang kami (PD Pasar) tidak mengada-ada perihal biaya administrasi untuk surat perjanjian atau sertifikat itu," ujar Edi, Selasa, 3 Desember 2019.

Dirinya menjelaskan, pada pasar perumnas Way Halim memiliki sekitar 200 kios dan 150 los hamparan. Seluruhnya sedang diverifikasi kembali terkait data berkas surat perjanjian tersebut.  "Semua berkas masih kami verifikasi, karena pasar perumnas Way Halim baru kita pegang sekitar September maka perlu waktu,  dan sampai saat ini sudah 50 persen berkas di verifikasi," kata dia.

Pihaknya menargetkan sampai dengan akhir desember ini seluruh berkas telah selesai diproses dan selanjutnya dapat dibagikan. "Kita verifikasi berkas dahulu syaratnya berkas itu ada ktp, KK dan surat pengundian.  Target kita desember sudah bisa dibagikan mudah-mudahan tercapai, Begtu sertifikat terbit tidak ada masalah tugas kita selesai untuk sertifikat pedagang," ungkapnya.

Selama prosesnya pun PD pasar telah bersosialisasi kepada para pedagang di pasar setempat. "Sejak September sudah kita sosialisasikan dengan seluruh pedagang,  yang ini memang sudah sesuai dengan perda dan perwali," lanjutnya.

Sementara itu, PD Pasar mengelola enam pasar diantaranya yaitu pasar Korpri, pasar tani Kemiling, pasar perumnas Way Kandis, induk pasar Tamin, pasar pasir gintung dan pasar perumnas Way Halim.   

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...

Berita Terkait

<<<<<<< .mine
loading...
||||||| .r621
loading...
=======
>>>>>>> .r624

Komentar