#jaminansosial#bpjamsostek#beritalampung

Perusahaan Bisa Memanfaatkan Pembayaran Iuran BPJamsostek Sebelum Relaksasi Iuran Berakhir

( kata)
Perusahaan Bisa Memanfaatkan Pembayaran Iuran BPJamsostek Sebelum Relaksasi Iuran Berakhir
Dok/BPJamsostek


Gunungsugih (Lampost.co): Masa relaksasi iuran BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) akan segera berakhir dan mulai iuran periode Februari 2021 seluruh peserta akan dikenakan iuran dan denda dengan tarif normal. Selain itu batas waktu pembayaran iuran juga akan kembali menjadi setiap tanggal 15 bulan berikutnya. 

"Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi para pemberi kerja dan peserta dalam program ini, sehingga perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja di era pandemi Covid-19 dapat terus terjaga. Kami juga ingin mengingatkan kepada seluruh pemberi kerja dan peserta untuk mempersiapkan diri karena relaksasi iuran BPJamsostek akan segera berakhir," kata Direktur Kepesertaan BPJamsostek E.Ilyas Lubis, Kamis, 28 Januari 2021.

Program Relaksasi Iuran BPJamsostek telah berjalan selama 6 bulan sejak Agustus 2020, setelah pemerintah resmi mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Iuran Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Selama Bencana Non Alam Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). 

Langkah yang diambil pemerintah tersebut tidak lepas dari efek pandemi covid-19 yang memberikan dampak cukup signifikan bagi sektor ekonomi, salah satunya adalah keberlangsungan usaha dari level industri hingga UMKM dan jasa konstruksi. 

“Relaksasi Iuran BPJamsostek ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meringankan beban para pelaku usaha, pekerja informal dan sektor jasa konstruksi sehingga secara tidak langsung dapat mempertahankan keberlangsungan usaha mereka dan menjamin keberlanjutan perlindungan jaminan sosial bagi pekerjanya maupun dirinya sendiri,” terang Ilyas. 

Selama masa relaksasi BPJamsostek telah memberikan keringanan iuran Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) sebesar 99% atau dengan kata lain cukup membayar 1% saja. Selanjutnya penundaan sebagian iuran Jaminan Pensiun sebesar 99%, penurunan denda keterlambatan pembayaran iuran menjadi 0.5% dan perubahan batas waktu pembayaran iuran. 

Ilyas mengajak seluruh peserta yang belum melakukan pembayaran iuran untuk memanfaatkan sisa waktu relaksasi ini. Selain itu pihaknya juga mengingatkan kepada perusahaan yang telah mengajukan penundaan pembayaran sebagian iuran JP untuk mulai mempersiapkan pembayaran sisa iurannya yang dapat dilakukan secara bertahap maupun sekaligus mulai dari saat ini dan paling lambat dimulai dari tanggal 15 Mei 2021 hingga 15 April 2022. 

"Semoga stimulus yang diberikan pemerintah melalui relaksasi iuran BPJamsostek ini mampu membangkitkan perekonomian Indonesia dan memastikan keberlanjutan perlindungan jaminan sosial bagi seluruh pekerja," tutup Ilyas.

Darwati selaku Kepala Kantor BPJamsostek Lampung Tengah juga menyampaikan bahwa relaksasi iuran akan habis masa berlakunya. Kebijakan relaksasi iuran merupakan kebijakan yang diambil selama awal masa pandemi yang bertujuan untuk membantu meringankan beban para pengusaha yang terkena dampak pandemi tersebut.

"Saya hanya ingin mengingatkan dan mengimbau kepada seluruh perusahaan bahwa dengan berakhirnya masa relaksasi iuran, maka untuk iuran akan kembali normal. Dan saya mengimbau kepada perusahaan-perusahaan yang belum membayar iuran untuk segera melakukan pembayaran dengan memanfaatkan masa relaksasi iuran yang masih berlaku sampai dengan akhir periode pembayaran bulan Januari ini," kata Darwati.

Darwati berharap selama berlakunya relaksasi iuran tersebut para perusahaan sangat terbantu dalam menjalankan kewajibannya dalam melindungi para tenaga kerjanya selama awal masa pandemi.

"Semoga perekonomian segera pulih dan kita semua bisa bangkit dari keterpurukan akibat pandemi ini," pungkas dia.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar