#upahminimum

Perusahaan Bayar Upah di Bawah Standar Bakal Dipenjara

( kata)
Perusahaan Bayar Upah di Bawah Standar Bakal Dipenjara
Kepala Dinas Tenaga Kerja Lampung, Agus Nompitu. Istimewa


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Perusahaan yang memberikan upah di bawah standar dapat dikenakan sanksi. Hukuman itu bisa berupa pidana kurungan penjara maksimal 4 tahun dan denda minimal Rp100 juta hingga Rp400 juta.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Lampung, Agus Nompitu, mengatakan bagi pekerja yang mendapatkan upah di bawah upah minimum provinsi (UMP) untuk segera melaporkannya. Sementara, UMP 2022 pun tinggal menunggu tanda tangan Gubernur Lampung.

"Pengawasan ketenagakerjaan selalu siap kapan saja dan ditindaklanjuti setiap ada pengaduan," kata Agus, Jumat, 19 November 2021.

Selain standar upah minimum, Pemerintah juga membuat regulasi yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. Dalam aturannya, jika perusahaan memberikan upah di bawah upah minimum yang ditetapkan kepada pekerja dengan masa kerja di atas 1 tahun, maka dapat dikenakan sanksi. 

Sanksi yang dikenakan dapat, yaitu pidana penjara maksimal 4 tahun dan denda minimal Rp100 juta hingga Rp400 juta.

"Kalau ada pekerja di atas setahun ternyata upahnya di bawah standar, segera laporkan ke Kementerian Ketenagakerjaan atau ke Disnaker provinsi atau kabupaten/kota wilayah kerja," katanya.

Untuk itu, pihaknya pun intensif berkoordinasi dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) untuk memastikan para pekerja memperoleh upah sesuai struktur dan skala upah. 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar