#internasional#beritainternasional

Perubahan Iklim Ancam Kehidupan Penyu

( kata)
Perubahan Iklim Ancam Kehidupan Penyu
Perubahan iklim ancam keberlangsungan hidup penyu. Foto: Dok/Metro TV


Kenya (Lampost.co) -- Perubahan iklim dan olahraga air muncul sebagai ancaman baru bagi keberadaan penyu di Kenya. Habitat mereka semakin berkurang karena pariwisata dan bahaya lain. Perairan Kenya sebagai rumah bagi penyu hijau, penyu tempayan, penyu sisik, penyu belimbing, dan penyu lekang. Namun, yang paling sering ditemui di lepas pantai Tiwi dan Dianiti Selatan Mombasa adalah penyu sisik dan penyu hijau.


Terkadang orang-orang yang berada di kawasan ini cukup beruntung untuk melihat tempayan atau penyu belimbing yang sangat langka. Namun, penyu itu menghadapi banyak ancaman untuk keberlangsungan hidup. 

Baca juga: Jutaan Anak Indonesia Menanggung Beban Akibat Krisis Iklim

Mereka menjadi mangsa bagi perusahaan komersial atau penduduk setempat yang memanennya untuk diambil daging, cangkang, dan minyaknya. Di lain waktu mereka tertangkap secara tidak sengaja oleh nelayan dan habitatnya semakin berkurang.

“Penyu adalah spesies kunci di terumbu karang. Jadi mereka membantu membersihkan karang dan jika tidak ada yang membersihkan karang maka pasti karang itu akan mati. Untuk penyu hijau, jika mereka mati maka kami tidak memiliki spesies yang akan membersihkan daerah lamun. Itulah sebabnya kami mendorong lebih banyak orang untuk pergi ke konservasi penyu,” ujar ahli biologi Ridley Project, Leah Mainye, dikutip dari Medcom.id, Jumat, 20 Mei 2022.

Penyu di Kenya diklasifikasikan sebagai hewan yang dilindungi undang-undang yang melarang segala bentuk eksploitasi langsung dari hewan maupun dari induknya. Dengan adanya undang-undang, penangkapan penyu ilegal menurun. Namun, para konservasionis mengatakan, pelestariannya masih merupakan tugas berat.

Saat ini, ancaman penyu tidak hanya datang dari manusia, tetapi juga perubahan iklim yang terjadi secara global yang membuat mereka sulit berkembang biak. Sebab, populasi penyu betina lebih banyak dari pada penyu jantan.  

“Penyu secara global menghadapi tantangan besar terkait perubahan iklim, ujar ahli biologi olive Ridley Project, Joana Hancock.

Untuk itu, sebuah organisasi di Kenya mencoba mengedukasi para nelayan tentang pentingnya melestarikan satwa agar tidak punah. 

 

 

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar