#umkm#ekonomilampung

Pertumbuhan UMKM selama 2021 Dibangun Pekerja Terdampak Pandemi

( kata)
Pertumbuhan UMKM selama 2021 Dibangun Pekerja Terdampak Pandemi
Seminar bertema “Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur Sejak Dini" di Aula Fakultas Pertanian Unila, Sabtu, 18 Desember 2021. Lampost.co/Effran


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Ketua Ok Oce Indonesia, Iim Rusyamsi, menilai niat masyarakat Indonesia untuk berwirausaha sangat besar. Hal itu ditunjukkan dari survei populasi angkatan produktif hingga 70% dari total penduduk Indonesia. Dari jumlah itu, 70%-nya ingin berwirausaha.

"Kalau milenial banyak wirausaha berarti akan membangun lapangan kerjanya secara mandiri, sehingga bisa menciptakan lapangan kerja juga untuk orang lain. Itu yang kami latih dan dampingi, karena mereka perlu pembekalan untuk membangun jiwa kewirausahaannya," kata Iim saat menjadi pemateri seminar kewirausahaan bertema 'Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur Sejak Dini' di Aula Fakultas Pertanian Unila, Sabtu, 18 Desember 2021.

Seminar tersebut digelar Ikatan Keluarga Alumni Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung (IKA Peternakan FP Unila) bersama gerakan sosial Ok Oce Indonesia.

Namun, lanjut dia, untuk membangunnya memiliki tantangan tersendiri dari sisi jiwa dan mentalnya khususnya di masa pandemi saat ini. Sebab, di periode tersebut terdapat lebih dari 29 juta pekerja yang terdampak, baik dengan dirumahkan, dikurangi jam kerjanya, maupun dipecat.

"Tapi, pertumbuhan wirausaha selama pandemi ini justru meledak karena banyaknya pekerja yang terdampak itu. Sebanyak 60% orang yang tadinya bekerja sekarang membangun usahanya sendiri. Sebab, kebutuhan mereka harus selalu dipenuhi. Untuk itu banyak yang membangun usahanya dari rumah dan lain-lain," ujarnya.

Dengan demikian, kini Indonesia memiliki 64 juta UMKM yang 15 juta diantaranya kini bertransformasi ke sistem digital. Namun, angka itu belum mencapai 20%, sehingga pihaknya menargetkan bisa menarik 30 juta UMKM ke dalam digitalisasi pada tahun depan. "97% lapangan kerja di Indonesia disumbang UMKM," kata dia.

Sementara di Lampung, dia juga menilai terdapat kekhasan tersendiri dari UMKM-nya, seperti dari kuliner, ekonomi kreatif, dan pariwisata. 

"Itu juga mereka membutuhkan pendampingan. Untuk itu, dengan kerja sama bersama Unila kami akan memberikan ilmu, kurikulum, dan pengalaman kami kepada mahasiswa dan dosen yang akhirnya bisa disalurkan juga ke masyarakat," kata dia.

Dalam seminar yang diikuti ratusan orang secara daring dan tatap muka tersebut memberikan wawasan dengan pemateri dari Sandiaga Salahuddin Uno (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan pendiri Ok Oce Indonesia) dengan tema “Kiat dan Peluang menjadi Entrepreneur muda di Era Digital”. 

Selain itu ada pula Indra Cahya Uno (pendiri gerakan sosial Ok Oce Indonesia) yang memaparkan materi “Peran Ok Oce Indonesia dalam pengembangan Entrepreneur Muda dan Iim Rusyamsi (Ketua Ok Oce Indonesia) dengan tema “Milenial Entrepreneurship, serta sejumlah pemateri lainnya. 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar