#ekbis#pertumbuhanekonomi#beritalampung

Pertumbuhan Ekonomi Lampung Berkontraksi

( kata)
Pertumbuhan Ekonomi Lampung Berkontraksi
Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Pemerintah Provinsi Lampung, Taufik Hidayat. Foto: Dok


Bandar Lampung (Lampost.co): Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung mengalami kontraksi. Hal tersebut karena dampak dari pandemi covid-19 yang melanda semua sektor. Tidak hanya sektor kesehatan tetapi juga perekonomian di tengah masyarakat.

Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Pemerintah Provinsi Lampung, Taufik Hidayat, mengatakan anjloknya perekonomian tidak hanya terjadi pada Provinsi Lamoung, tetapi semua daerah yang ada di Indonesia karena dampak dari pandemi covid-19. Pihaknya juga akan terus berupaya untuk menghidupkan perekonomian yang ada.

"Enggak hanya di Lampung, di seluruh Indonesia juga mengalami kontraksi karena persoalan covid-19. Terutama konsumsi dan belanja masyarakat. Kedepan tugas kita untuk menaikan perekonomian kembali," katanya di Kantor Gubernur Lampung, Selasa, 8 September 2020.

Dia mengatakan srategi dan upayakan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Lampung diantaranya mengoptimalkan belanja pemerintah, karena sampai saat ini di triwulan pertama belanja pemerintah masih kecil. Saat ini belanja pemerintah seperti proyek pembanguanan sudah berjalan dan ekonomi masyarakat harus berjalan.

"Karena banyak masyarakat yang enggak kerja, gak ada pendapatan, belanja kurang, dan konsumsi kurang. Maka ekonomi turun. Tapi kalau covid-19 berkepanjangan, belum tahu kita (pertumbuhan ekonomi). Kita terus berupaya agar lebih baik," katanya. 

Perekonomian Lampung tumbuh 1,73 persen year on year (yoy) pada kuartal I tahun 2020, jauh lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya yang mencapai 5,07 persen (yoy), pertumbuhan tersebut dipengaruhi pandemi Covid-19. Ekonomi Lampung juga melambat dibandingkan periode yang sama pada 2019, yang mencapai 5,18 persen (yoy).

Realisasi pertumbuhan ini juga lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi Sumatera (3,25 persen; yoy), nasional (2,97 persen; yoy), dan rata-rata pertumbuhan selama 3 tahun terakhir (5,14 persen; yoy). Dibandingkan dengan 10 provinsi di Sumatera, Lampung berada pada peringkat kedelapan, turun signifikan dibandingkan dengan peringkat Lampung pada triwulan I tahun 2019 dan keseluruhan tahun lalu yang tercatat di peringkat ketiga dan kedua tertinggi di Sumatera.

Pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan I/2020 yang lebih rendah ini dipengaruhi oleh kinerja negatif sektor eksternal dan perlambatan konsumsi rumah tangga. Selain itu, konsumsi rumah tangga tumbuh melambat. Kemudian, penurunan daya beli masyarakat petani seiring penurunan kinerja sektor pertanian serta penurunan permintaan akibat adanya physical distancing dan penurunan daya beli masyarakat seiring penyebaran Covid-19.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar