#pertanian#ekonomi

Pertanian Diprediksi Memiliki Masa Depan Cerah

( kata)
Pertanian Diprediksi Memiliki Masa Depan Cerah
Petugas merawat kawasan pertanian perkotaan, Rawa Badak Selatan, Jakarta Utara, Jumat, 21 Agustus 2020.Antara/Dhemas Reviyanto

Jakarta (Lampost.co) -- Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Salahudin Uno memprediksi dunia pertanian punya masa depan cerah. Pasalnya, teknologi pertanian pintar mulai dikembangkan yang membuka potensi wirausaha.

Pengusaha nasional itu menyampaikan isu ini saat mengunjungi Institut Pertanian Bogor (IPB). Sandi sempat mengelilingi Agribusiness Technology Park IPB University dan menyaksikan langsung pertanian yang dikembangkan dengan menggunakan teknologi smart farming

“Teknologinya sudah sangat maju. Ini membuktikan universitas di Indonesia tidak kalah dari universitas di luar negeri,” kata Sandiaga, Minggu, 30 Agustus 2020.

Menurut dia, wirausaha di bidang pertanian bisa membangkitkan ekonomi kerakyatan. Kemandirian di bidang pangan bisa segera terwujud tanpa bergantung pada impor.

“Mereka ingin membangkitkan ekonomi khususnya di akar rumput yang memberdayakan masyarakat dan membuka lapangan kerja. Dan di tengah harga-harga yang terkadang tidak stabil, beban biaya hidup yang terus meningkat, sudah saatnya kita fokus pada bidang pertanian,” katanya.

Selain menguntungkan, dia menilai dari pertanian Indonesia akan mampu memproduksi pangan sendiri untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat. Teknologi pertanian niscaya akan meningkatkan kapasitas produksi. 

“Menggunakan aplikasi teknologi yang bisa meningkatkan efisiensi dan efektivitas, dari nilai tambah produk. Baik hortikultura, wah keren banget ada artificial intelligence (kecerdasan buatan), robotic. Di depan kita peluang dan potensi yang diciptakan IPB untuk menjadi petani milenial, untuk menjadi petani yang smart. Menjadi agropreneur milenial sangat terbuka,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Rektor IPB Arif Satria menjelaskan kecanggihan teknologi smart farming. Tekonologi ini menggabungkan kecerdasan buatan, big data, dan robotic.

“Ini smart farming house, jadi begitu kelembapannya mengalami perubahan. Misalnya banyak orang masuk, otomatis akan melakukan penyesuaian. Begitu juga suhu dan juga intensitas cahaya. Ketika matahari begitu panas, maka screen-nya akan melakukan penyesuaian, begitu pun kalau hujan,” kata Arif.

Dengan smart farming ini, ia ingin menjadikan IPB sebagai wadah wirausaha sosial. Selain mengembangkan bisnis, kampus pun mengembangkan riset.

“Kami mengembangkan aktivitas pendidikan di sini. Pada saat yang sama kami melakukan kegiatan pengembangan masyarakat di sekitar kampus. Sebagai sebuah etalase, ini penting untuk direplikasi ke berbagai tempat sebagai bentuk peran perguruan tinggi, dalam meningkatkan nilai tambah ke masyarakat,” kata Arif.

Ia mengatakan bisnis paling menjanjikan di masa depan yakni bidang pertanian. Bisnis ini yang dinilai paling mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19. 

"Yang abadi di dunia ini satu adalah perubahan dan kedua adalah pangan. Karena semua orang di dunia ini pasti akan makan sampai akhir zaman nanti," ujarnya.

Dengan teknologi smart farming, kata Aris, sektor pertanian akan semakin dilirik milenial. Dia pun yakin pertanian bisa dikelola secara industrial dan bergengsi.

"Tentu dari sisi ekonomi dan bisnis sangat menjanjikan dan sangat menguntungkan," katanya.

Medcom



Berita Terkait



Komentar