#pertamina#ekbis

Pertamina Pastikan Stok dan Penyaluran BBM di Sumbagsel Aman

( kata)
Pertamina Pastikan Stok dan Penyaluran BBM di Sumbagsel Aman
Pertamina pastikan stok dan penyaluran BBM di Sumbagsel aman. Istimewa


Palembang (Lampost.co) -- PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel memastikan kecukupan kebutuhan BBM di seluruh SPBU. Hal itu mengingat aktivitas masyarakat terus meningkat dan kembali normal. 

Area Manager Communication, Relation and CSR Sumbagsel, Umar Ibnu Hasan, mengatakan penurunan level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Sumbagsel berdampak pada peningkatan konsumsi BBM retail dan industri.

Pada kuartal III tahun 2021 konsumsi Gasoline di Sumbagsel mencapai 721.399 kiloliter (KL), meningkat hingga 7,8% dibandingkan periode yang sama pada 2020. Sementara untuk BBM gasoil, terjadi peningkatan sekitar 19,7% atau 78.948 KL.

Selain adanya tambahan penyaluran, Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan stok dan penyaluran solar subsidi. Pertamina Patra Niaga melakukan monitoring penyaluran agar tepat sasaran antara lain dengan penerapan sistem digitalisasi dan pemantauan secara real time melalui Pertamina Integrated Command Centre (PICC). "Dalam proses penyalurannya pun, Pertamina Patra Niaga juga mematuhi regulasi dan ketetapan pemerintah yang berlaku,” tambah Umar.

Konsumsi harian solar subsidi di Sumbagsel sejak September 2021 mengalami peningkatan sebesar 5,8% atau 288 KL per hari dibandingkan rerata harian di periode Januari sampai Agustus 2021. 

Pertamina Patra Niaga terus melakukan upaya agar stok dan penyaluran BBM non subsidi seperti Dexseries, Pertaseries, dan Pertalite dalam kondisi aman. Upaya tersebut antara lain melalui penghitungan proyeksi kebutuhan solar subsidi dan memastikan suplai yang dilakukan dapat memenuhi peningkatan demand yang terjadi. Untuk stok dan penyaluran, masyarakat tidak perlu khawatir.

Selain berkoordinasi dengan pihak terkait, Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk menyalurkan solar subsidi dengan tepat sasaran sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) 191/2014. 

Jika lembaga penyalur atau SPBU terindikasi dan terbukti terjadi penyelewengan, seperti melakukan penyaluran yang tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku, Pertamina Patra Niaga tidak segan memberikan sanksi tegas.

Hingga saat ini, 2021 terdapat 7 SPBU di Sumbagsel yang diberikan sanksi, berupa penghentian suplai, penutupan sementara, dan penggantian selisih harga jual solar subsidi akibat penyelewengan yang dilakukan. Hal itu terbukti melakukan transaksi yang tidak wajar, pengisian jeriken tanpa surat rekomendasi, dan pengisian ke kendaraan modifikasi.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan ke aparat jika diketemukan indikasi penyalahgunaan BBM subsidi di lapangan. "Kami akan terus berkoordinasi secara intens dengan aparat untuk melakukan penindakan secara tegas jika ditemukan penyimpangan penyaluran Solar yang tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku,” tutup Umar.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar