#advetorial#Pertamina

Pertamina Edukasi Penghuni Lapas Perempuan Palembang Kembangkan Budidaya Hidroponik

( kata)
Pertamina Edukasi Penghuni Lapas Perempuan Palembang Kembangkan Budidaya Hidroponik
Pertamina Patra Niaga Region Sumbagsel Integrated Terminal Palembang melaksanakan sebuah program Corporate Social Responsibility (CSR) yaitu gerakan wanita tanam sayuran (Gertas) yang bertujuan untuk mewujudkan ketahanan pangan. Dok


Palembang (Lampost.co) -- Raut serius terlihat dari masing-masing wajah para peserta sosialisasi budidaya hidroponik di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Kota Palembang. Para peserta terlihat sangat fokus mendengarkan materi-materi yang diberikan oleh Rahmawati, selaku narasumber yang berasal dari anggota kelompok hidroponik Kelurahan Mariana binaan Pertamina Patra Niaga Region Sumbagsel Integrated Terminal Palembang.

Di tahun 2021, Pertamina Patra Niaga Region Sumbagsel Integrated Terminal Palembang melaksanakan sebuah program Corporate Social Responsibility (CSR) yaitu gerakan wanita tanam sayuran (Gertas) yang bertujuan untuk mewujudkan ketahanan pangan dan guna mengurangi angka stunting di Palembang dari pembagian makanan sehat untuk balita stunting.

Program ini beranggotakan kelompok hidroponik yang berasal dari Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Palembang dan kelompok hidroponik Kelurahan Mariana. Perwakilan anggota kelompok hidroponik memberikan sosialisasi dan sharing session mengenai budidaya hidroponik kepada para anggota kelompok hidroponik Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Palembang guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok.

“Sangat bersyukur dengan adanya program dari Pertamina yang telah memberikan kami pengetahuan dan keterampilan baru mengenai budidaya hidroponik dan pembuatan makanan sehat dari hasil panen hidroponiknya. Ilmu ini juga dapat kami manfaatkan nantinya untuk meningkatkan perekonomian kami selepas masa tahanan kami berakhir,” ujar Raihan, salah satu peserta sosialisasi dan pelatihan budidaya hidroponik.

Apabila mengacu pada Sustainable Development Goals (SDGs) program ini mendukung tujuan ke-2 pada indikator 2.4.1 yakni penetapan kawasan pertanian pangan berkelanjutan sebesar 0,315 HA, dan pada indikator 2.2.1, prevalensi stunting (pendek dan sangat pendek) pada anak di bawah lima tahun/balita serta manula sebesar 0,00903 persen.

Pjs Area Manager Communication, Relation & CSR Sumbagsel, Agustina Mandayati berharap program ini dapat terus mendukung tujuan SDGs, terutama dalam aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Winarko







Berita Terkait



Komentar