#idi#haji#kesehatan

Persiapkan Kesehatan Bagi Jemaah Calon Haji

( kata)
Persiapkan Kesehatan Bagi Jemaah Calon Haji
Anggota Tim Kesehatan Haji Indonesia 2017-2018, dr. Isura Febrihartati saat Talk Show Kesehatan berama Ikatan Dokter Indenesia Cabang Bandar Lampung di Sai Radio 100FM Lampung Post, Jumat (5/7/2019). Lampost/Triyadi Isworo.


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Ibadah Haji merupakan rukun islam yang kelima setelah syahadat, shalat, zakat dan puasa. Calon jamaah haji yang akan menjadi tamu Allah ditanah suci inipun harus menjaga kesehatannya. Untuk di Provinsi Lampung sendiri akan ada 7.355 orang yang terbagi dalam 19 kloter, 18 kloter full Provinsi Lampung sedangkan 1 kloter gabungan dengan Jakarta, dan Banten pada tahun 1440H/2019M.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 15 tahun 2016, istithaah kesehatan jemaah haji adalah kemampuan jemaah hajidari aspek kesehatan yang meliputi fisik dan mental yang terukur dengan pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga jamaah haji dapat menjalankan ibadahnya sesuai dengan tuntunan agama islam.

Selama melakukan ibadah di tanah suci jamaah haji akan selalu didampingi oleh 3 orang Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI terdiri dari 1 orag dokter dan 2 orang perawat ), 1 orang Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) sebagai ketua kloter dan 1 orang Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI).

Anggota Tim Kesehatan Haji Indonesia 2017-2018, dr. Isura Febrihartati mengatakan ibadah haji adalah ibadah fisik, sehingga jamaah dituntut mampu secara fisik dan rohani agar dapat melaksanakan rangkaian ibadah haji secara baik dan lancar. Sebelum pemberangkatan jaemaah haji akan mendapatkan pelayanan kesehatan berupa pemeriksaan kesehatan dan pembinaan kesehatan haji. "Ada 3 tahapan pemeriksaan kesehatan bagi jamaah haji," katanya dalam Talk Show Kesehatan berama Ikatan Dokter Indenesia Cabang Bandar Lampung di Sai Radio 100FM grup Lampung Post, Jumat (5/7/2019).

Pemeriksaan tahap pertama merupakan pemeriksaan kesehatan dilaksanakan oleh tim penyelenggara kesehatan haji kabupaten/kota di puskesmas atau klinik yang ditetapkan. Pemeriksaan ini dilakukan kepada calon Jemaah haji saat hendal mendaftar sebagai jemaah haji untuk memperoleh nomor porsi. Pemeriksaan tahap pertama menghasilkan diagnosis yang kemudian akan dikategorikan sesuai tingkat risiko kesehatan, yaitu risiko tinggi (risti) atau tidak risiko tinggi (non-risti). 

"Setelah jemaah haji melakukan pemeriksaan kesehatan tahap pertama selanjutnya jamaah haji diberikan program pembinaan kesehatan yang dikelola oleh tim penyelenggara kesehatan haji kabupaten/kota," kata dokter umum yang bertugas di RSUD Abdul Moeloek ini.

Kemudian tahap kedua, merupakan pemeriksaan akan mementukan seseorang memenuhi syarat atau tidak memenuhi syarat istithaah kesehatan. Memenuhi syarat istithaah kesehatan haji adalah Jemaah yang memiliki kemampuan mengikuti proses ibadah haji tanpa bantuan obat, alat dan/atau orang lain dengan tingkat kebugaran setidaknya dengan kategori cukup. Kemudian memenuhi syarat istithaah kesehatan haji dengan pendampingan yakni jamaah haji yang berusia 60 tahun atau lebih, dan/atau menderita penyakit tertentu yang tidak masuk kriteria tidak memenuhi syarat istithaah sementara dan/atau kriteria penyakit yang tidak memenuhi syarat.

"Tahap ketiga merupakan pemeriksaan kesehatan untuk menetapkan status kesehatan jamaah haji layak atau tidak layak terbang merujuk kepada standar keselamatan penerbangan internasional dan/atau peraturan kesehatan internasional yang dilaksanakan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji embarkasi bidang kesehatan," kata dokter lulusan tahun 2012 di Universitas Lampung ini.

Selanjutnya ia mengatakan jemaah calon haji harus serius mempersiapkan kesehatannya mulai dari pemberangkatan dari rumah menuju asrama haji, saat di asrama haji, saat penerbangan saat di Arab Saudi dan saat kembali menuju tanah air. "Ketika di tanah suci selama 40 hari, jangan segan bertanya kepada petugas yang ada apabila ada keluhan kesehatan. Jalani ibadah dengan sungguh-sungguh, ikhlas dan terus berdoa untuk selamat ketika berangkat dan kembali ke Indonesia. Insyallah ibadah hajinya mabrur," kata Runner Up Pemilihan Putri Indonesia (PPI) Lampung 2012 ini.

Triyadi Isworo







Berita Terkait



Komentar