#pbb#pajak

Perolehan PBB Pringsewu Terhambat Kenaikan Nilai Pajak

( kata)
Perolehan PBB Pringsewu Terhambat Kenaikan Nilai Pajak
Pengumuman penghapusan denda PBB di Pringsewu. Dok Pemkab Pringsewu


Pringsewu (Lampost.co) -- Kenaikan sejumlah objek Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Perdesaan dan Perkotaan (P2) tahun 2021 diduga menjadi penyebab lambatnya pencapaian pajak di Pringsewu.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pringsewu, Waskito menyebutkan, banyak wajib pajak yang protes dan keberatan atas SPT PBB tahun 2021. Menurutnya, keumuman dari mereka keberatan atas nilai yang tinggi dan meminta adanya kesempatan nego agar nilai objek pajak tidak begitu memberatkan. 

"Selain memang banyak objek pajak naik, di dalam SPT PBB tersebut juga dicantumkan piutang wajib pajak hingga lima tahun ke belakang," ungkapnya, Kamis, 18 November 2021. 

Baca: PBB Tiga Kecamatan di Lambar Belum Lunas

 

Dia menyatakan, target PBB P2 Kabupaten Pringsewu tahun 2021 sebesar Rp12.953.250.000, tetapi hingga pekan kedua November baru tercapai sebesar Rp8.828.813.673, atau sekitar 68,16%.

Ia menilai banyak kendala yang dihadapi penagih pajak, di antaranya adalah banyaknya wajib pajak yang keberatan dan melakukan protes sehingga sampai saat ini belum mau membayar.

"Padahal kami juga sudah memberikan diskon dengan meniadakan denda bagi wajib pajak per 1 November 2021 hingga 31 Desember 2021," kata dia. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar