#merokok#sanksi#lamsel#beritalampung

Perokok dan Penjual Rokok di Perkantoran Bakal Disanksi 

( kata)
Perokok dan Penjual Rokok di Perkantoran Bakal Disanksi 
Jajaran Dinas Kesehatan Lampung Selatan sosialisasi kawasan tanpa rokok dan pengecekan kesehatan paru-paru seorang ASN di Diskominfo Lamsel, Selasa (18/6/2019). (Foto:Lampost/Juwantoro)

KALIANDA (Lampost.co)--Perokok dan penjual rokok di perkantoran dinas/instansi di Lingkungan Pemkab Lampung Selatan akan dikenai sanksi denda. Hal ini terungkap dalam sosialisasi  Peraturan Daerah (Perda) No.32 tahun 2018 tentang kawasan tanpa rokok (KTR) di areal perkantoran Pemkab Lamsel.

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Lampung Selatan, Kristi Endarwati, mengatakan jika Perda itu sudah mulai diberlakukan, bagi pihak-pihak yang merokok atau pun penjual rokok di KTR dapat diberikan sanksi denda antara Rp500 ribu hingga  Rp1 juta.

"Tapi kini masih disosialisasikan di kantor/dinas/intansi. Kalau nanti sudah diimplementasikan jelas sanksi akan diberikan sesuai dengan aturan yang berlaku,"ujar dia, Selasa (18/6/2019).

Dia menjelaskan untuk sanksi yang dapat diberikan kepada para pelanggar Perda tentang KTR itu yakni untuk perokok dikenakan sanksi Rp500 ribu dan bagi penjual termasuk Sales Promotion Girl (SPG) penjual rokok maupun kantin di areal KTR dapat dikenakan sanksi sebesar Rp1 juta.
"Kalau Perda tentang KTR ini sudah kita terapkan. Maka, nanti akan ada Satuan Tugas (Satgas) internal untuk hal ini," jelasnya.

Kristi menyampaikan, di dalam Perda tentang KTR itu diberlakukan untuk kawasan tempat bekerja meliputi kantor pemerintahan dan swasta.

"Tapi tahap awal kita sosialisasi di perkantoran pemerintah lebih dahulu. Ya kalau mau merokok silahkan diluar pagar kantor tidak di KTR,"katanya. 

Juwantoro



Berita Terkait



Komentar